Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Daftar Menu

BERAPA

Bahaya Mengintai Dibalik Jus Buah

Barry Popkin, seorang pakar nutrisi terkemuka dari Universitas North Carolina, memperingatkan tentang bahaya tersembunyi dalam minuman jus buah dan smoothie (jus buah yang di campur bahan lain, seperti coklat kacang dan susu, agar lebih kental), karena kandungan

Membaca al-Qur'an Redam Nyeri Operasi

Membaca al-Qur'an dengan tartil selama 10 menit, dapat mengurangi nyeri yang dirasakan oleh ibu yang melahirkan lewat operasi Ceaesar. Demikian menurut hasil penelitian oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhmmadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2009, Hasto Andi Irawan.

Aborsi Meningkatkan Resiko Kematian Wanita

Sebuah penelitian di Denmark menyimpulkan, perempuan yang pernah melakukan aborsi mengalami peningkatan risiko kematian saat melahirkan. Studi yang dimuat di Eurapean Journal of Public Health Nopember 2012 itu mengamati tingkat kematian saat melahirkan selama lebih dari 25 tahin di Denmark..

PAUS BIRU MAKAN DENGAN "TANGAN KANAN"

Paus biru, mamalia terbesar di bumi, lebih sering menyergap buruan dengan sisi kanannya ketika mereka menyantap makanan di laut. Itu artinya, hewan tersebut seperti manusia yang menggunakan tangan kanan untuk memasukkan makanan ke mulut.

Akhir Klaim "Ayam dan Telur"

Mana yang lebih dahulu, ayam atau telur? Pertanyaan seperti ini sudah terjadi sejak berabad - abad. Tapi kini, jawabanya sudah tersedia. Para ilmuan bulan lalu mengklaim telah memecahkan teka - teki tersebut. Jawabanya, kata mereka, adalah ayam.

Tampilkan postingan dengan label Berdo'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berdo'a. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2016

Muslimah: Ramadhan Datang Haidh Pun Datang, Terus Ngapain?

Muslimah: Ramadhan Datang Haidh Pun Datang, Terus Ngapain?

Setiap perempuan dewasa melalui siklus menstruasi. Wanita tetap hidup dengan normal tetapi ibadah tidak. Wanita yang sedang haidh dibebaskan dari shalat dan puasa Ramadhan.
Pada bulan Ramadhan, spiritualitas kaum muslimin secara umum sedang pada puncaknya. Apakah wanita benar-benar terhalang untuk mendapatkan pahala maksimal dari bulan yang diberkati ini?
Berikut adalah beberapa cara wanita yang mengalami siklusnya agar bisa memperoleh kedekatan dengan Allah pada saat Ramadhan, Insya Allah:
1. Mendengarkan Quran
” Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan….” [Al-Baqarah: 185]
Wanita haidh dapat mendengarkan Quran sebanyak mungkin. Namun tidak diperkenankan menyentuh mushaf, juga dilarang untuk membaca Al-Quran. (Ibnu Abidin, Radd al-Muhtar).
2. Zikir (mengingat Allah) yang banyak
” Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al Ahzab: 35]
Cobalah untuk menggunakan setiap waktu luang yang tersedia untuk mengingat Allah. Ada berbagai doa dan masing-masing memiliki keutamaannya.
3. Bershalawat kepada Nabi (صلى الله عليه و سلم)
Bershalawat kepada Nabi SAW tidak hanya suatu tindakan yang meningkatkan cintanya kepada beliau, tetapi juga dilipatkan sepuluh kali oleh Allah, dihapus 10 dosanya dan dicatat sebagai 10 kebaikan untuknya.
4. Bermurah hati dengan berbagi
“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah SAW melebihi angin yang berhembus.” (HR. Bukhari)
Wanita haidh harus merogoh sakunya dan memberikan apa yang dia bisa tanpa ragu-ragu untuk mereka yang membutuhkan.
5. Berbuat baik kepada orang lain, termasuk pasangan & anggota keluarga
Wanita haidh bisa menggunakan waktu Ramadhan untuk membangun kembali dan memperbaiki setiap hubungan yang rusak. Dia tidak harus menggunakan menstruasi sebagai alasan untuk marah; melainkan berbagi kepada orang di sekitarnya dengan cinta dan kasih sayang.
6. Berdoa untuk kaum muslimin
Nabi SAW mengatakan tentang Ramadhan, “Sesungguhnya Allah membebaskan orang (dari neraka) di setiap hari dan setiap malam dan untuk setiap Muslim di antara mereka ada doa yang akan dikabulkan.” [Ahmad]
Wanita haidh harus mengambil banyak waktu dalam sehari untuk berdoa, dan harus memastikan bahwa dia mengingat umat Islam dalam doanya.
7. Bertobat
Tobat bisa dilakukan kapan saja. Namun pada saat Ramadhan dengan spiritual yang tinggi, hati lebih lunak untuk bertobat dan menyadari kesalahan-kesalahan.
8. Memberikan makanan berbuka untuk orang lain
Nabi SAW juga mengatakan, “Siapa memberi makan (iftar) bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” [Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani]
Ia dapat menyediakan makanan untuk kerabat, teman atau anggota masyarakat untuk berbuka puasa. Namun perlu diperhatikan untuk tidak berlaku boros dan membuat acara yang mubazir.
9. Berbuat baik sekecil apa pun
Rasulullah SAW bersabda, “Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan dan Dia kabulkan doa. Pada bulan itu Allah akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” (HR Thabrani).
Cobalah untuk melakukan tindakan kebaikan kecil setiap hari. Bahkan jika itu hanya mengingatkan semua orang tentang shalat atau membangunkan keluarga untuk shalat tahajud.
10. Menghadiri majelis ilmu
Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dirantai.” [Bukhari, Muslim]
Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk melakukan setiap tindakan yang baik. Cobalah untuk memanfaatkan waktu dengan baik, salah satu caranya adalah menghadiri ceramah dan program keagamaan di sekitar Anda.
Kita tidak harus melihat haidh sebagai waktu untuk beristirahat dari ibadah karena mendapatkan legalitas untuk meninggalkannya. Ramadhan adalah bulan untuk memanen pahala dan meningkatkan spiritualitas, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Semoga Allah menempatkan kita dari antara orang-orang yang selalu mendapat petunjuk. Insya Allah.
Reporter: Salem

Minggu, 01 Mei 2016

Khattab, “The Bin Ladin of Chechnya” (3/3)

“Seranglah musuhmu sebelum kalian diserang, kita tidak mau menunggu sampai kita diserbu kemudian menjerit seperti jeritan kaum wanita. Akan tetapi, kapan saja kita mencium rencana musuh akan menyerbu, kita harus menghentikan mereka hingga hilang keberanian mereka untuk merampas negeri kaum muslimin.” (Khattab)
KIBLAT.NET – Pada edisi pertama telah dibahas bagaimana sepak terjang Khattab dari lahir  hingga menjelma menjadi seorang mujahid yang tangguh. Kisah hidupnya dipenuhi kisah-kisah unik nan heroik yang dapat dijadikan teladan bagi para mujahid masa kini.
Pengalaman jihadnya di Afghanistan menjadi modal utama untuk menyongsong medan jihad lainnya. Pada edisi kedua membahas perjuangan Khattab di medan jihad setelah Afghanistan, yaitu Tajikistan dan Chechnya. Di Chechnya inilah Khattab mulai dikenal dan ditakui lawan. Hingga pemerintah Chechnya menyematkan gelar pahlawan nasional padanya.
Akan tetapi, ternyata negera Beruang Merah tidak menyerah begitu saja. Pada edisi terakhir ini akan dibahas perjuangan Khattab di pertempuran Daghestan, perang Chechnya II, strategi dan dakwah Khattab serta syahidnya sang pahlawan karena sebuah pengkhianatan.
Daghestan
Pada awalnya beberapa para petinggi Chechnya menyesalkan terjadinya perang jilid dia ini. Pasalnya mereka menganggap semua itu terjadi karena Khattab memulai persengketaan dengan Rusia di Daghestan pada tahun 1418 H.
Peta Daghestan
Peta Daghestan
Para petinggi ini mengaggap tindakan Khatta terlalu tergesa-gesa dan sembrono hingga menyulut kembali pertempuran. Apakah benar seperti itu? Tidak, Khattab menyerang pos-pos Rusia di Daghestan tidaklah secara serampangan. Justru hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan serangan mendadak dari Rusia.
“Seranglah musuhmu sebelum kalian diserang, kita tidak mau menunggu sampai kita diserbu kemudian menjerit seperti jeritan kaum wanita. Akan tetapi, kapan saja kita mencium rencana musuh akan menyerbu, kita harus menghentikan mereka hingga hilang keberanian mereka untuk merampas negeri kaum muslimin.”Jelas Khattab dengan lantang.
Khattab berkolaborasi dengan Syamil Basayev menyerang Daghestan karena alasan itu. Keputusan itu ia ambil karena ia tahu bahwa Rusia telah bersiap-siap menyerang Chechnya untuk kedua kalinya. Walaupun perjanjian telah ditandatangani di atas kertas, Rusia menganggapnya sebagai angin lalu dan berusaha mencari alasan-alasan untuk menyerang.
Khattab juga mengetahui bahwa Rusia telah menyebar mata-mata di Chechnya dan membuat sebuah ledakan bunuh diri di ibukota Rusia, Moskow. Peledakan itu terjadi pada 14 September 1999 di sebuah apartemen di jantung Rusia. Bom itu memang sengaja dibuat untuk melegalkan serangan kedua yang akan dilancarkan Rusia ke Chechnya.
Bom Rusia
Bom Rusia
Jadi, gerak cepat yang dilakukan Khattab dengan menyerang Daghestan adalah langkah yang tepat. Karena menyerang Daghestan atau tidak, Rusia tetap akan memulai invasi ke Chechnya untuk kedua kalinya. Dalih yang dipakai pihak Rusia untuk menyerang Chechnya adalah memerangi terorisme. Padahal Rusia sendiri yang sebenarnya teroris, menyerang sebuah negara dengan menghalalkan segala cara.
Beberapa prinsip dalam jihad menurut Khattab adalah
  1. Hidup mati jihad tidak tergantung pada hidup mati seorang komandan
  2. Tujuan pertama jihad yaitu menegakkan syariat Islam dan hukum Allah
  3. Tidak ada jalan untuk berunding dengan musuh-musuh Allah
  4. Tidak ada kata istirahat dalam memerangi orang kafir hingga bencana yang menimpa umat Islam hilang.
  5. Komandan bukan jabatan yang menyenangkan
  6. Kesatuan barisan merupakan pondasi pokok di dalam menghadapi musuh yang lalim dan atheis seperti Rusia.
  7. Seorang komandan tidak boleh merasa putus asa dari rahmat Allah, meskipun dalam keadaan yang sangat genting.
  8. Bersikap lembut pada masyarakat dan mementingkan keselamatannya.
Pemikiran dan Dakwah Khattab
Khattab memiliki manhaj dan aqidah salaf. Ia memilik hubungan yang erat dengan para masyayikh seperti, Syaikh Abadullah bin Baz, Syaikh Al-Utsaimin dan Syaikh Hamud Al-Uqla. Ulama-ulama inilah yang menjadi referensi Khattab dalam persoalan jihad, ilmu dan dakwah. Oleh karena itu, kita tidak akan menemukan kebid’ahan dalam jihad Chechnya atau penyimpangan aqidah.
Syaikh Hamud bin Uqla
Syaikh Hamud bin Uqla
Akhirnya hal ini membuat resah kelompok sufi, sehingga mereka memilih merapatkan diri dengan Rusia. Naudzubillah. Khattab menilai, Chechnya merupakan negeri yang subur dalam pembinaan dakwah. Maka ia mulai melakukan aktivis dakwah untuk membentuk basis-basis dakwah dan jihad berdasarkan garis haluan yang shahih. Kemudian ia mendirikan “Ma’had Al-Qauqaz li I’dad Ad-Du’at”. Setiap personal yang bergabung didalamnya sebelum dia diterima di dalam kancah jihad dan wajib mengikuti pembekalan ilmu secara intensif selama dua bulan.
Khattab bersama dengan para mujahidin Chechnya
Khattab bersama dengan para mujahidin Chechnya
Personal yang ingin mengikuti pembekalan ilmu dan jihad semakin bertambah hingga mencapai 400 siswa. Kondisi ini membuat Rusia marah besar. Selanjutnya ia terus mengembangkan upaya dengan mendirikan sekolah untuk menghafal Al-Quran. Dia mengungkapkan, “Kami menyaksikan pengaruh yang signifikan dari kegiatan ini dalam aspek pengorbanan dan kegigihan para mujahidin.”
Syaikh Abu Umar As-Saif
Syaikh Abu Umar As-Saif
Dengan kegiatan ini jihad Chechnya bisa menjadi contoh. Tidak ada perselisihan, perpecahan dan saling mencela. Seluruhnya bersatu di bawah satu pemimpin. Mereka mengangkat seorang mufti agar mereka tidak melakukan pelanggaran, dia adalah Abu Umar As-Saif Al-Khalidi dari negeri Damam, sebelah timur Saudi Arabia. Siapakah dia? Profilnya bisa dilihat di sini.
Perang Chechnya II
Pada bulan Ramadhan 1418 H mujahidin dipimpin oleh Khattab dan Syamil Basayev melancarkan operasi besar atas basis militer Rusia terbesar di Daghestan. Mereka melakukan operasi militer dengan menghancurkan wilayah Daghestan. Peristiwa ini mendorong pemerintah setempat melakukan tekanan terhadap aktivis dakwah dan menangkap para pemimpinnya, hingga sebagian terpaksa mengungsi keluar negeri.
Mujahidin meminta bantuan dan akhirnya bantuan pun datang. Polisi Daghestan bercerai berai dan meminta bantuan kepada tentara Rusia hingga mereka datang dengan kekuatan besar ke kota dan mengepungnya.
Mereka menyerbu dengan pesawat-pesawat tempur dan roket. Maka para mujahidin meminta bantuan pada saudara-saudara mereka di Chechnya yang akhirnya mereka masuk melalui provinsi Butlek dan berhasil menguasai tiga distrik dan pangkalan militer. Rangkaian peristiwa itu terjadi sangat cepat dan pasukan Rusia mengerahkan berbagai senjata berat dan ringan mereka untuk menghadapi mujahidin.
Mujahidin Bergerilya
Mujahidin bergerilya
Sejak saat itu,perang gerilya antara mujahidin dan tentara Rusia terus berlangsung. Mujahidin telah melakukan operasi-operasi militer dengan kemenangan gilang gemilang hanya dalam waktu beberapa tahun saja. Dalam waktu yang singkat itu mereka mampu membuat negara Rusia tidak berdaya, baik dari aspek militer, politik dan ekonomi.
Kemenangan demi kemenangan itu diraih dengan susah payah. Sesuai dengan sunnatullah semua harus diraih dengan pengorbanan,kesulitan, keresahan, kegoncangan hingga mujahidin masuk ke dalam Jannah. Di saat kemenangan menyelimuti mujahidin, Allah menguji mereka dengan syahidnya komandannya yang paling disegani.
Rupanya Rusia telah kehilangan akal hingga menggunakan cara yang picik untuk membunuh Khattab. Bukan dengan tembakan, bukan dengan sabetan pedang, bukan dengan ledakan bom melainkan dengan sebuah racun dan pengkhianatan.
Syahidnya Khattab
Khattab termasuk salah satu komandan atau pemimpin yang syahid karena ulah pengkhianat. Sebut saja Amirul Mukminin Umar bin Khattab syahid di tangan seorang Majusi ketika shalat, dimana sekarang kaum Syiah mengagung-agungkannya orang terlaknat itu, Abu Lu’luah. Bahkan khulafaurrasyidin setelahnya Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib pun syahid di tangan para pengkhianat.
Penampakan Sang Pengkhianat
Penampakan sang pengkhianat
Jadi, tidak heran jika metode licik itu pun ditiru musuh-musuh Islam abad ini dengan memasukkan pengkhianat ke dalam kubu mujahidin. Ada perbedaan mengenai detail kesyahidan Khattab. Namun, demikian dalam kedua cerita yang berbeda tersebut terdapat kesamaan bahwa sang komandan syahid karena ulah pengkhianat. Pengkhianat itu adalah orang yang telah dipercaya dan dikenal Khattab. Pembunuhan itu dilakukan dengan memberikan sepucuk surat yang telah dibubuhi racun. Akhirnya, Khattan syahid setelah terkena efek racun tersebut. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya.
Dua pekan sebelum kejadian, salah seorang komandan lapangan dari Arab mengutus seorang kurir untuk menyampaikan sepucuk surat kepada komadan Khattab. Khattab pun mengutus seseorang untuk menerima surat itu. Ternyata utusan yang dipercaya Khattab adalah seorang pengkhianat. Ia membubuhkan racun ke dalam surat itu dan menyerahkan kepada Khattab. Ketika surat itu dibuka dan Khattab menyentuh racun, tidak lebih dari lima menit akhirnya Khattab menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Khattab saat terkena racun
Khattab saat terkena racun
Khattab syahid meninggalkan satu orang istri wanita Daghestan dan tiga orang anak. Sarah usia lima tahun, Shalih usia tiga tahun dan Sajidah usia satu setengah tahun. Pahlawan Nasional Chechnya ini gugur pada usia masih
Sikap Media akan Kesyahidan Khattab
Meskipun Khattab adalah muslim Arab, komandan besar dan terkenal di berbagai belahan bumi. Meskipun dia dikenal oleh para petinggi Amerika di bagian barat dan kaisar Jepang di bagian timur. Meskipun Bush pernah meminta kepadanya pada awal perangnya di Afghanistan agar dia tidak ikut campur, sebab Bush tahu akan kemampuan yang dimiliki sang pahlawan ini. Meskipun Putin selalu dibuat gila olehnya. Namun, tidak ada satu pun channel TV selain Al-Jazeera yang memiliki kepedulian.
Al-Jazeera
Al-Jazeera
Media bungkam dan tidak menyiarkan peristiwa besar itu. Karena mereka telah “menutup mata” dan mengalihkan pandangan sesuai pesanan tuan-tuan mereka. Inilah fakta yang terjadi masa itu dan akan terus berlanjut hingga detik ini. Dimana kezaliman yang mendera salah seorang muslim teraniaya hingga meregang nyawa tidak pernah muncul pada pemberitaan. Media dipenuhi berita-berita tidak bermutu yang memang disengaja sebagai pengalihan isu. Hal itu adalah rahasia umum yang tidak dapat dielakkan lagi.
Selamat jalan wahai pahlawan Islam. Meskipun media enggan menyiarkan kesyahidanmu, namamu akan selalu harum di dada kaum muslimin. Wallahu a’lam bi shawab.
Penulis : Dhani El_Ashim
Sumber:  Buku Khattab Sang Panglima, Abu Anas Ath-Thafi, penerbit Islam Medika

Senin, 29 Februari 2016

Do'a sebagai tanda meminta

SUDAH begitu lama, ingin agar harapan segera terwujud. Beberapa waktu terus menanti dan menanti, namun tak jugaimpian itu datang. Kadang jadi putus asa karena sudah seringkali memohon pada Allah.Sikap seorang Muslim adalah tetap terus berdo’a karena Allah begitu dekat padaorang yang berdo’a. Boleh jadi terkabulnya do’a tersebut tertunda. Boleh jadipula Allah mengganti permintaan tadi dengan yang lainnya dan pasti pilihan Allahadalah yang TERBAIK.

Ayat yangpatut direnungkan adalah firman Allah Ta’ala,



“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah: 186)

Sebagian sahabat radhiyallahu ‘anhum berkata,

“Wahai Rasulullah, apakah Rabb kamiitu dekat sehingga kami cukup bersuara lirih (perlahan ketika berdo’a ataukah Rabb kami itu jauh sehingga kami menyerunya dengan suarakeras?” Lantas Allah Ta’ala menurunkan ayat di atas. (Majmu’ Al Fatawa,35/370)

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Kedekatan yang di maksud dalam ayat ini adalah kedekatan Allah pada orang yang berdo’a (kedekatan yang sifatnya khusus).” (Majmu’ Al Fatawa, 5/247)

Perlu diketahui bahwa kedekatan Allah itu ada dua macam:

1)     Kedekatan Allah yang umum dengan ilmu-NYA, ini berlaku pada setiap makhluk.

2)     Kedekatan Allah yang khusus pada hamba-NYA dan seorang muslim yang berdo’a pada-NYA, yaitu Allah akan mengijabahi (mengabulkan) do’anya, menolongnya dan memberi taufik padanya. (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 87)

Kedekatan Allah pada orang yang berdo’a adalah kedekatan yang khusus –pada macam yang kedua-(bukan kedekatan yang sifatnya umum pada setiap orang). Allah begitu dekat padaorang yang berdo’a dan yang beribadah pada-NYA. Sebagaimana disebutkan dalam hadits pula bahwa tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah adalah ketika ia sujud. (Majmu’ Al Fatawa, 15/17)

Siapa saja yang berdo’a pada Allah dengan menghadirkan hati ketika berdo’a, menggunakan do’a yang ma’tsur (dituntunkan), menjauhi hal-hal yang dapat menghalangi terkabulnya do’a (seperti memakan makanan yang haram), maka niscaya Allah akan mengijabahi do’anya.

Terkhusus lagi jika ia melakukan sebab-sebab terkabulnya do’a dengan tunduk pada perintah dan larangan Allah dengan perkataan dan perbuatan, juga disertai dengan mengimaninya. (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 87)




Dengan mengetahui hal ini seharusnya seseorang tidak meninggalkan berdo’a pada Rabbnya yang tidak mungkin mensia-siakan do’a hamba-NYA. Fahamilah bahwa Allah benar-benar begitu dekat dengan orang yang berdo’a, artinya akan mudah mengabulkan do’a setiap hamba. Sehingga tidak pantas seorang hamba putus asa dari janji Allah yang Maha Mengabulkan setiap do’a.

Ingatlah pula bahwa do’a adalah sebab utama agar seseorang bisa meraih impian dan harapannya. Sehingga janganlah merasa putus asa dalam berdo’a. Ibnul Qoyyim rahimahullahberkata,
“Do’a adalah sebab terkuat bagi seseorang agar bisa selamat dari hal yang tidak ia sukai dan sebab utama meraih hal yang diinginkan. Akan tetapi pengaruh do’a pada setiap orang berbeda-beda.Ada yang do’anya berpengaruh begitu lemah karena sebab dirinya sendiri. Bolehjadi do’a itu adalah do’a yang tidak Allah sukai karena melampaui batas. Bolehjadi do’a tersebut berpengaruh lemah karena hati hamba tersebut yang lemah dan tidak menghadirkan hatinya kala berdo’a.  Boleh jadi pula karena adanya penghalang terkabulnya do’a dalam dirinya seperti makan makanan haram, noda dosa dalam hatinya, hati yang selalu lalai, nafsu syahwat yang menggejolak dan hati yang penuh kesia-siaan.” (Al Jawaabul Kaafi, hal. 21)
Ingatlah hadits dari Abu Hurairah, Nabi salallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Tidak ada sesuatu yang lebih besar pengaruhnya di sisi Allah Ta’ala selain do’a.” (HR. Tirmidzino. 3370, Ibnu Majah no. 3829, Ahmad 2/362) (Syaikh Al Albani mengatakan bahwahadits ini hasan).
Jika memahami hal ini, maka gunakanlah do’a pada Allah sebagai senjata untuk meraih harapan.




Penuh yakinlah bahwa Allah akan kabulkan setiap do’a.Dari Abu Hurairah, Nabisalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Berdoalah kepada Allahdalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi no. 3479. Syaikh AlAlbani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Lalu pahamilah bahwa ada beberapa jalan Allah kabulkan do’a. Dari Abu Sa’id, Nabi salallahu‘alaihi wasallam bersabda,

Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antara kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkandarinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi salallahu ‘alaihi wasallam lantas berkata,“Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian.” (HR.Ahmad 3/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid).

TETAP OPTIMIS !!

http://www.gambarnaruto.com/wp-content/uploads/2015/05/Gambar-Wallpaper-Monkey-de-Luffy-One-Piece-Terlengkap26.jpg