Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Daftar Menu

BERAPA

Bahaya Mengintai Dibalik Jus Buah

Barry Popkin, seorang pakar nutrisi terkemuka dari Universitas North Carolina, memperingatkan tentang bahaya tersembunyi dalam minuman jus buah dan smoothie (jus buah yang di campur bahan lain, seperti coklat kacang dan susu, agar lebih kental), karena kandungan

Membaca al-Qur'an Redam Nyeri Operasi

Membaca al-Qur'an dengan tartil selama 10 menit, dapat mengurangi nyeri yang dirasakan oleh ibu yang melahirkan lewat operasi Ceaesar. Demikian menurut hasil penelitian oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhmmadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2009, Hasto Andi Irawan.

Aborsi Meningkatkan Resiko Kematian Wanita

Sebuah penelitian di Denmark menyimpulkan, perempuan yang pernah melakukan aborsi mengalami peningkatan risiko kematian saat melahirkan. Studi yang dimuat di Eurapean Journal of Public Health Nopember 2012 itu mengamati tingkat kematian saat melahirkan selama lebih dari 25 tahin di Denmark..

PAUS BIRU MAKAN DENGAN "TANGAN KANAN"

Paus biru, mamalia terbesar di bumi, lebih sering menyergap buruan dengan sisi kanannya ketika mereka menyantap makanan di laut. Itu artinya, hewan tersebut seperti manusia yang menggunakan tangan kanan untuk memasukkan makanan ke mulut.

Akhir Klaim "Ayam dan Telur"

Mana yang lebih dahulu, ayam atau telur? Pertanyaan seperti ini sudah terjadi sejak berabad - abad. Tapi kini, jawabanya sudah tersedia. Para ilmuan bulan lalu mengklaim telah memecahkan teka - teki tersebut. Jawabanya, kata mereka, adalah ayam.

Tampilkan postingan dengan label sejarah pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah pahlawan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2016

Pidato Bin Ladin Junior Membuat Amerika Gelisah

http://kiblat.net/files/2016/05/Hamzah-bin-Ladin.jpg
Pesan yang disampaikan oleh Hamzah, putra Usamah bin Ladin, beberapa hari lalu telah membuat analis Amerika gelisah. Hal itu diungkapkan oleh pidato analis keamanan nasional di jaringan CNN Amerika, Peter Bergen. Ia melihat Hamzah berpotensi besar membesarkan dukungan terhadap Al-Qaidah.
Penulis buku United States of Jihad: Investigating America’s Homegrown Terrorists itu mengatakan, “Tentu saja, dengan nama keluarga, Hamzah sekarang berperan dalam mesin propaganda organisasi (Al-Qaidah). Selain itu ia masih sangat muda dibandingkan dengan beberapa pemimpin Al-Qaidah yang telah berusia antara lima puluh dan enam puluhan tahun.”
“Sejak usia muda, Hamzah telah disiapkan oleh ayahnya. Ayahnya telah memberikan gambaran besar tentang risalah jihad dan bagaimana menjadi seorang mukmin sejati. Saya pikir itu akan menjadi penyebab kekhawatiran, mengingat usianya, yang diperkirakan oleh analis sekitar 25 tahun,” imbuhnya.
Pidato Hamzah bin Ladin disiarkan di media online sehari setelah rekaman pemimpin Al-Qaidah Aiman Azh-Zhawahiri. Azh-Zhawahiri dalam pidatonya mengatakan bahwa satu-satunya gambaran Musim Semi Arab adalah revolusi di Suriah, karena mereka mengikuti cara yang benar, dengan dakwah dan Jihad untuk menegakkan syariat dan menerapkannya. Sejalan dengan pesan tersebut, Hamzah bin Ladin menyatakan bahwa jihad Suriah adalah jalan untuk merebut Al-Aqsha.
Reporter: Salem
Sumber: Arab21

Minggu, 08 Mei 2016

Muncul di Media, Amir Al-Qaidah Serukan Persatuan di Suriah

http://kiblat.net/files/2016/05/Zhawahiri-1.jpg
“Syam hari ini adalah harapan umat Muslim [di seluruh dunia Muslim],” ungkapnya. Karena menurutnya, Syam adalah satu-satunya revolusi rakyat yang mengikuti jalan yang benar, dari seluruh rangkaian Arab Spring yang terjadi di banyak negara di Timur Tengah. Syam menjadi ladang dakwah dan jihad untuk mendirikan khilafah rasyidah (yang mendapat petunjuk)."


KIBLAT.NET – Al-Qaidah kembali merilis pesan baru pemimpinnya Dr Aiman Az-Zawahiri berjudul, “Infiru li Asy-Syam (Berangkatlah untuk Syam).” Pesan itu disampaikan dalam rekaman audio yang dipublikaskan di media online kemarin (8/5).
Dalam rekaman tersebut, Amir Al-Qaidah menekankan bahwa Syam adalah harapan bagi umat Islam.
“Syam hari ini adalah harapan umat Muslim [di seluruh dunia Muslim],” ungkapnya. Karena menurutnya, Syam adalah satu-satunya revolusi rakyat yang mengikuti jalan yang benar, dari seluruh rangkaian Arab Spring yang terjadi di banyak negara di Timur Tengah. Syam menjadi ladang dakwah dan jihad untuk mendirikan khilafah rasyidah (yang mendapat petunjuk).
Azh-Zhawahiri juga mengatakan bahwa semua Muslim hari ini wajib membela jihad di Syam, melawan berbagai konspirasi yang dipimpin oleh Amerika, Inggris dan Arab Saudi. Suriah hendak diganti dengan sebuah rezim berdasarkan Islam, tetapi hanya kepalsuan karena menyetujui sekularisme dan nasionalisme.
Tugas kaum muslimin hari ini, kata Azh-Zhawahiri, adalah bekerja untuk kesatuan mujahidin hingga Syam dibebaskan dari rezim Nushairiyah dan mitra Syiah mereka (yang berarti Iran dan Hizbullah), serta Tentara Salib Barat dan Rusia. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah entitas Islam yang benar.
Pemimpin Al-Qaidah itu mendesak para mujahidin untuk bersatu di Suriah. Ia mengatakan bahwa itu adalah masalah hidup dan mati bagi mereka. Ia juga memperingatkan mereka untuk tidak terganggu oleh pembahasan hubungan Jabhah Nusrah dengan Al-Qaidah.
Mengacu pada isu yang beredar beberapa waktu lalu bahwa Jabhah Nusrah akan memutuskan baiat (kesetiaan) dari Al-Qaidah, Azh-Zhawahiri bertanya secara retoris bukankah langkah itu akan memuaskan penjahat? Azh-Zhawahiri menyatakan lebih lanjut bahwa itu hanya akan menyebabkan Jabhah Nusrah dipaksa untuk tunduk kepada perjanjian yang memalukan sebagai bagian dari kepasrahan kepada pemerintah yang rusak di wilayah tersebut. Azh-Zhawahiri memperingatkan bahwa itu adalah jalan demokrasi yang busuk, yang telah menjatuhkan kelompok-kelompok Islam lainnya, seperti Front Keselamatan Islam (FIS) di Aljazair dan Ikhwanul Muslimin di Mesir, dan menyebabkan anggota mereka yang dijebloskan ke penjara.
Azh-Zhawahiri kemudian beralih ke inti permasalahan, bahwa Al-Qaidah sedang berjuang untuk menegakkan sebuah emirat Islam berdasarkan versi syariah.
Bila Mujahidin di Syam membangun pemerintahan dan memilih seseorang sebagai imamnya, maka apa yang mereka pilih juga menjadi pilihan Al-Qaidah, kata Azh-Zhawahiri. Ia berpendapat bahwa anggota Al-Qaidah bukan pemburu kekuasaan yang ingin menguasai orang lain. Mereka adalah penuntut tahkim syariah yang menginginkan sebuah pemerintahan di bawah otoritas syariat Islam.
Azh-Zhawahiri menyerukan kepada mujahidin untuk bersatu di Syam, sehingga mereka dapat membangun pemerintahan Islam yang mendapat petunjuk. Keadaan seperti itu pada akhirnya akan mengarah pada kembalinya kekhalifahan menurut metodologi kenabian, yang populer dengan istilah khilafah ala manhaj nubuwwah.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Azh-Zhawahiri menegaskan, organisasi afiliasi Al-Qaidah tidak akan menjadi penghambat, karena Al-Qaidah merupakan bagian dari umat dan bukan menguasai umat. Al-Qaidah tidak akan mendirikan negara dengan baiat dari orang yang tidak dikenal dan khilafah yang diumumkan secara tiba-tiba. Al-Qaidah tidak menerima janji kesetiaan kecuali yang diberikan dengan senang hati, kita juga tidak memaksakan kepada siapa pun.
Reporter: Salem
Sumber: LWJ

Senin, 02 Mei 2016

Perkenalkan! Ini Janna Jihad, Wartawan Palestina Berumur 10 Tahun

http://www.kiblat.net/files/2016/05/Janna-Jihad.jpgKIBLAT.NET, Tepi Barat – “Kameraku adalah senjataku. Kamera lebih kuat ketimbang senjata. Aku dapat mengirimkan pesan kepada segelintir orang dan mereka dapat mengirimkan kepada orang lain.”
Kalimat yang amat tegas itu keluar begitu saja dari seorang gadis kecil bernama Janna Jihad Ayyad. Bulan ini, usianya baru menginjak 10 tahun. Bisa dibilang, Janna ialah jurnalis termuda di dunia yang meliput di wilayah konflik.
Janna yang menetap di desa Nabi Saleh di Tepi Barat, wilayah pendudukan Israel melakukan peliputan dan merekam sejumlah kejadian-kejadian pilu yang dialami oleh saudara-saudaranya.
Dalam perjalanannya, Janna semakin menekuni dunia jurnalistik tatkala ia kehilangan sejulah anggota keluarganya, termasuk dua saudaranya di daerah Nabi Saleh. Pamannya, Rushdie Tamimi terbunuh setelah tentara Israel melepaskan tembakan fatal yang bersarang di ginjalnya. Sepupunya, Mustafa Tamimi juga ikut menyusul akibat terkena serangan gas.
Pasca kejadian yang amat memilukan itu, gadis mungil tersebut meluaskan area liputannya ke sejumlah wilayah dengan berkunjung di tempat saudaranya. Dengan menggunakan iPhone milik ibunya, Janna membuat video tentang situasi di Jerusalem, Hebron, Nablus, dan Yordania.
Perjalanan liputan Janna menunjukkan bagaimana kehidupan warga yang ditahan di tempat pemeriksaan, saat berunjuk rasa, hingga kekerasan yang dilakukan tentara Zionis kepada anak-anak Palestina.
Sebelum menjalani kehidupan jurnalistik, Janna bersama teman-temannya rajin mengikuti aksi demonstrasi melawan pendudukan tentara Zionis Israel. Di video pertamanya, ia merekam jejak peristiwa yang terjadi di desanya saat baru berusia 7 tahun.
“Tak banyak jurnalis mengirim pesan kami -warga Palestina- ke seluruh dunia. Jadi, saya pikir kenapa bukan saya yang mengirim pesan… dan menunjukkan kepada mereka apa yang sedang terjadi di desa saya,” katanya.
Untuk terjun ke dunia jurnalistik, Janna sebenarnya terinspirasi dengan sepak terjang pamannya, yang tak lain adalah seorang fotografer yang mendokumentasikan kejahatan tentara Israel di Nabi Saleh.
Janna Jihad Ayad
Janna Jihad Ayad
“Saya berbicara tentang apa yang sedang terjadi. Saya melihat pendudukan, tentara, meriam, dan polisi. Mereka melakukan banyak hal untuk memmbuat kami keluar dari tanah kami,” tegasnya seperti dikutip dari Al Jazeera pada 28 April 2016.
Menjadi seorang jurnalis, Janna juga aktif di media sosial, bagaimana ia memiliki akun Facebook dengan jumlah pengikut lebih dari 22 ribu orang. Dia juga mengunggah sejumlah video keikutsertaannya dalam aksi demonstrasi menentang pendudukan Israel dan melaporkan hasil reportasenya dengan bahasa Arab dan Inggris.
Melihat gadis kecilnya menjadi Jurnalis, Nawal Tamimi (ibunya) pun mengaku bangga dengan sepak terjang putri mungilnya. “Saya bangga pada anak perempuan saya karena sejak kecil dia berbicara tentang pesan-pesannya kepada dunia. Dia menyampaikan rasa takutnya, apa yang dia rasakan, dan cerita kenapa ia tak bisa sekolah seperti anak lainnya,” ungkapnya.
Bersamaan dengan rasa bangga terhadap anaknya, ibu Janna sekaligus merasa khawatir terhadap putrinya dan mengenang bagaimana bengisnya tentara Israel saat mendobrak rumahnya. “Saya khawatir padanya, ketika tentara datang di tengah malam dan menyiram gas air mata ke rumah kami, dan kami terbangun dalam kepungan asap. Mereka menyerang kami yang berdemo menentang pendudukan Israel,” ujar Nawal.
Sementara itu, paman Janna yang bernama Bilal mengaku sulit bila harus menerima pekerjaan yang telah dilakukan keponakannya. “Semestinya dia bermain dan belajar, namun kami tidak punya banyak pilihan,” paparnya.
Bilal menuturkan bahwa para keluarga Palestina telah mengajarkan anak-anak mereka untuk tidak melakukan penganiayaan dan tidak mendukung hal yang berbau kejam. Terkait dengan hal ini, para keluarga juga akan mengajarkan bauh hatinya untuk “berjuang dan memerdekakan” Palestina.
Di tengah kekhawatiran orang tua dan keluarga atas profesinya, Janna merasa beruntung sebagai jurnalis anak-anak ketimbang jurnalis dewasa. “Tentara (Israel, red) hanya menangkap jurnalis-jurnalis besar dan mengambil kamera mereka,” imbuhnya.
Saat usianya menginjak dewasa, Janna mengungkapkan keinginannya untuk bekerja di kabar berita internasional seperti CNN atau Fox News dengan alasan, “mereka tidak pernah bicara tentang Palestina, dan saya mau membuat liputan-liputan tentang Palestina”.
Walau telah mengenal dunia jurnalistik, Janna tetaplah gadis kecil Palestina yang masih ingin bermain dan belajar. Ketika ditanya mengenai dunia yang ideal, Janna mengatakan “saya mau dunia ini berwarna pink”.

Sumber: aljazeera.com
Penulis: Dio Alifullah

Minggu, 01 Mei 2016

Khattab, “The Bin Ladin of Chechnya” (3/3)

“Seranglah musuhmu sebelum kalian diserang, kita tidak mau menunggu sampai kita diserbu kemudian menjerit seperti jeritan kaum wanita. Akan tetapi, kapan saja kita mencium rencana musuh akan menyerbu, kita harus menghentikan mereka hingga hilang keberanian mereka untuk merampas negeri kaum muslimin.” (Khattab)
KIBLAT.NET – Pada edisi pertama telah dibahas bagaimana sepak terjang Khattab dari lahir  hingga menjelma menjadi seorang mujahid yang tangguh. Kisah hidupnya dipenuhi kisah-kisah unik nan heroik yang dapat dijadikan teladan bagi para mujahid masa kini.
Pengalaman jihadnya di Afghanistan menjadi modal utama untuk menyongsong medan jihad lainnya. Pada edisi kedua membahas perjuangan Khattab di medan jihad setelah Afghanistan, yaitu Tajikistan dan Chechnya. Di Chechnya inilah Khattab mulai dikenal dan ditakui lawan. Hingga pemerintah Chechnya menyematkan gelar pahlawan nasional padanya.
Akan tetapi, ternyata negera Beruang Merah tidak menyerah begitu saja. Pada edisi terakhir ini akan dibahas perjuangan Khattab di pertempuran Daghestan, perang Chechnya II, strategi dan dakwah Khattab serta syahidnya sang pahlawan karena sebuah pengkhianatan.
Daghestan
Pada awalnya beberapa para petinggi Chechnya menyesalkan terjadinya perang jilid dia ini. Pasalnya mereka menganggap semua itu terjadi karena Khattab memulai persengketaan dengan Rusia di Daghestan pada tahun 1418 H.
Peta Daghestan
Peta Daghestan
Para petinggi ini mengaggap tindakan Khatta terlalu tergesa-gesa dan sembrono hingga menyulut kembali pertempuran. Apakah benar seperti itu? Tidak, Khattab menyerang pos-pos Rusia di Daghestan tidaklah secara serampangan. Justru hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan serangan mendadak dari Rusia.
“Seranglah musuhmu sebelum kalian diserang, kita tidak mau menunggu sampai kita diserbu kemudian menjerit seperti jeritan kaum wanita. Akan tetapi, kapan saja kita mencium rencana musuh akan menyerbu, kita harus menghentikan mereka hingga hilang keberanian mereka untuk merampas negeri kaum muslimin.”Jelas Khattab dengan lantang.
Khattab berkolaborasi dengan Syamil Basayev menyerang Daghestan karena alasan itu. Keputusan itu ia ambil karena ia tahu bahwa Rusia telah bersiap-siap menyerang Chechnya untuk kedua kalinya. Walaupun perjanjian telah ditandatangani di atas kertas, Rusia menganggapnya sebagai angin lalu dan berusaha mencari alasan-alasan untuk menyerang.
Khattab juga mengetahui bahwa Rusia telah menyebar mata-mata di Chechnya dan membuat sebuah ledakan bunuh diri di ibukota Rusia, Moskow. Peledakan itu terjadi pada 14 September 1999 di sebuah apartemen di jantung Rusia. Bom itu memang sengaja dibuat untuk melegalkan serangan kedua yang akan dilancarkan Rusia ke Chechnya.
Bom Rusia
Bom Rusia
Jadi, gerak cepat yang dilakukan Khattab dengan menyerang Daghestan adalah langkah yang tepat. Karena menyerang Daghestan atau tidak, Rusia tetap akan memulai invasi ke Chechnya untuk kedua kalinya. Dalih yang dipakai pihak Rusia untuk menyerang Chechnya adalah memerangi terorisme. Padahal Rusia sendiri yang sebenarnya teroris, menyerang sebuah negara dengan menghalalkan segala cara.
Beberapa prinsip dalam jihad menurut Khattab adalah
  1. Hidup mati jihad tidak tergantung pada hidup mati seorang komandan
  2. Tujuan pertama jihad yaitu menegakkan syariat Islam dan hukum Allah
  3. Tidak ada jalan untuk berunding dengan musuh-musuh Allah
  4. Tidak ada kata istirahat dalam memerangi orang kafir hingga bencana yang menimpa umat Islam hilang.
  5. Komandan bukan jabatan yang menyenangkan
  6. Kesatuan barisan merupakan pondasi pokok di dalam menghadapi musuh yang lalim dan atheis seperti Rusia.
  7. Seorang komandan tidak boleh merasa putus asa dari rahmat Allah, meskipun dalam keadaan yang sangat genting.
  8. Bersikap lembut pada masyarakat dan mementingkan keselamatannya.
Pemikiran dan Dakwah Khattab
Khattab memiliki manhaj dan aqidah salaf. Ia memilik hubungan yang erat dengan para masyayikh seperti, Syaikh Abadullah bin Baz, Syaikh Al-Utsaimin dan Syaikh Hamud Al-Uqla. Ulama-ulama inilah yang menjadi referensi Khattab dalam persoalan jihad, ilmu dan dakwah. Oleh karena itu, kita tidak akan menemukan kebid’ahan dalam jihad Chechnya atau penyimpangan aqidah.
Syaikh Hamud bin Uqla
Syaikh Hamud bin Uqla
Akhirnya hal ini membuat resah kelompok sufi, sehingga mereka memilih merapatkan diri dengan Rusia. Naudzubillah. Khattab menilai, Chechnya merupakan negeri yang subur dalam pembinaan dakwah. Maka ia mulai melakukan aktivis dakwah untuk membentuk basis-basis dakwah dan jihad berdasarkan garis haluan yang shahih. Kemudian ia mendirikan “Ma’had Al-Qauqaz li I’dad Ad-Du’at”. Setiap personal yang bergabung didalamnya sebelum dia diterima di dalam kancah jihad dan wajib mengikuti pembekalan ilmu secara intensif selama dua bulan.
Khattab bersama dengan para mujahidin Chechnya
Khattab bersama dengan para mujahidin Chechnya
Personal yang ingin mengikuti pembekalan ilmu dan jihad semakin bertambah hingga mencapai 400 siswa. Kondisi ini membuat Rusia marah besar. Selanjutnya ia terus mengembangkan upaya dengan mendirikan sekolah untuk menghafal Al-Quran. Dia mengungkapkan, “Kami menyaksikan pengaruh yang signifikan dari kegiatan ini dalam aspek pengorbanan dan kegigihan para mujahidin.”
Syaikh Abu Umar As-Saif
Syaikh Abu Umar As-Saif
Dengan kegiatan ini jihad Chechnya bisa menjadi contoh. Tidak ada perselisihan, perpecahan dan saling mencela. Seluruhnya bersatu di bawah satu pemimpin. Mereka mengangkat seorang mufti agar mereka tidak melakukan pelanggaran, dia adalah Abu Umar As-Saif Al-Khalidi dari negeri Damam, sebelah timur Saudi Arabia. Siapakah dia? Profilnya bisa dilihat di sini.
Perang Chechnya II
Pada bulan Ramadhan 1418 H mujahidin dipimpin oleh Khattab dan Syamil Basayev melancarkan operasi besar atas basis militer Rusia terbesar di Daghestan. Mereka melakukan operasi militer dengan menghancurkan wilayah Daghestan. Peristiwa ini mendorong pemerintah setempat melakukan tekanan terhadap aktivis dakwah dan menangkap para pemimpinnya, hingga sebagian terpaksa mengungsi keluar negeri.
Mujahidin meminta bantuan dan akhirnya bantuan pun datang. Polisi Daghestan bercerai berai dan meminta bantuan kepada tentara Rusia hingga mereka datang dengan kekuatan besar ke kota dan mengepungnya.
Mereka menyerbu dengan pesawat-pesawat tempur dan roket. Maka para mujahidin meminta bantuan pada saudara-saudara mereka di Chechnya yang akhirnya mereka masuk melalui provinsi Butlek dan berhasil menguasai tiga distrik dan pangkalan militer. Rangkaian peristiwa itu terjadi sangat cepat dan pasukan Rusia mengerahkan berbagai senjata berat dan ringan mereka untuk menghadapi mujahidin.
Mujahidin Bergerilya
Mujahidin bergerilya
Sejak saat itu,perang gerilya antara mujahidin dan tentara Rusia terus berlangsung. Mujahidin telah melakukan operasi-operasi militer dengan kemenangan gilang gemilang hanya dalam waktu beberapa tahun saja. Dalam waktu yang singkat itu mereka mampu membuat negara Rusia tidak berdaya, baik dari aspek militer, politik dan ekonomi.
Kemenangan demi kemenangan itu diraih dengan susah payah. Sesuai dengan sunnatullah semua harus diraih dengan pengorbanan,kesulitan, keresahan, kegoncangan hingga mujahidin masuk ke dalam Jannah. Di saat kemenangan menyelimuti mujahidin, Allah menguji mereka dengan syahidnya komandannya yang paling disegani.
Rupanya Rusia telah kehilangan akal hingga menggunakan cara yang picik untuk membunuh Khattab. Bukan dengan tembakan, bukan dengan sabetan pedang, bukan dengan ledakan bom melainkan dengan sebuah racun dan pengkhianatan.
Syahidnya Khattab
Khattab termasuk salah satu komandan atau pemimpin yang syahid karena ulah pengkhianat. Sebut saja Amirul Mukminin Umar bin Khattab syahid di tangan seorang Majusi ketika shalat, dimana sekarang kaum Syiah mengagung-agungkannya orang terlaknat itu, Abu Lu’luah. Bahkan khulafaurrasyidin setelahnya Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib pun syahid di tangan para pengkhianat.
Penampakan Sang Pengkhianat
Penampakan sang pengkhianat
Jadi, tidak heran jika metode licik itu pun ditiru musuh-musuh Islam abad ini dengan memasukkan pengkhianat ke dalam kubu mujahidin. Ada perbedaan mengenai detail kesyahidan Khattab. Namun, demikian dalam kedua cerita yang berbeda tersebut terdapat kesamaan bahwa sang komandan syahid karena ulah pengkhianat. Pengkhianat itu adalah orang yang telah dipercaya dan dikenal Khattab. Pembunuhan itu dilakukan dengan memberikan sepucuk surat yang telah dibubuhi racun. Akhirnya, Khattan syahid setelah terkena efek racun tersebut. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya.
Dua pekan sebelum kejadian, salah seorang komandan lapangan dari Arab mengutus seorang kurir untuk menyampaikan sepucuk surat kepada komadan Khattab. Khattab pun mengutus seseorang untuk menerima surat itu. Ternyata utusan yang dipercaya Khattab adalah seorang pengkhianat. Ia membubuhkan racun ke dalam surat itu dan menyerahkan kepada Khattab. Ketika surat itu dibuka dan Khattab menyentuh racun, tidak lebih dari lima menit akhirnya Khattab menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Khattab saat terkena racun
Khattab saat terkena racun
Khattab syahid meninggalkan satu orang istri wanita Daghestan dan tiga orang anak. Sarah usia lima tahun, Shalih usia tiga tahun dan Sajidah usia satu setengah tahun. Pahlawan Nasional Chechnya ini gugur pada usia masih
Sikap Media akan Kesyahidan Khattab
Meskipun Khattab adalah muslim Arab, komandan besar dan terkenal di berbagai belahan bumi. Meskipun dia dikenal oleh para petinggi Amerika di bagian barat dan kaisar Jepang di bagian timur. Meskipun Bush pernah meminta kepadanya pada awal perangnya di Afghanistan agar dia tidak ikut campur, sebab Bush tahu akan kemampuan yang dimiliki sang pahlawan ini. Meskipun Putin selalu dibuat gila olehnya. Namun, tidak ada satu pun channel TV selain Al-Jazeera yang memiliki kepedulian.
Al-Jazeera
Al-Jazeera
Media bungkam dan tidak menyiarkan peristiwa besar itu. Karena mereka telah “menutup mata” dan mengalihkan pandangan sesuai pesanan tuan-tuan mereka. Inilah fakta yang terjadi masa itu dan akan terus berlanjut hingga detik ini. Dimana kezaliman yang mendera salah seorang muslim teraniaya hingga meregang nyawa tidak pernah muncul pada pemberitaan. Media dipenuhi berita-berita tidak bermutu yang memang disengaja sebagai pengalihan isu. Hal itu adalah rahasia umum yang tidak dapat dielakkan lagi.
Selamat jalan wahai pahlawan Islam. Meskipun media enggan menyiarkan kesyahidanmu, namamu akan selalu harum di dada kaum muslimin. Wallahu a’lam bi shawab.
Penulis : Dhani El_Ashim
Sumber:  Buku Khattab Sang Panglima, Abu Anas Ath-Thafi, penerbit Islam Medika

Jumat, 29 April 2016

siapa sosok ya'jud ma'jud itu?

Saat menjelang wafat, Nabi Nuh a.s memanggil anak-anaknya untuk menghadap beliau. Maka Sam a.s segera datang menemuinya, namun kedua saudaranya tidak muncul yaitu Ham dan Yafits. Akibat dari ketidakpatuhan Ham dan Yafits, Allah kemudian menurunkan ganjaran kepada mereka. Yafits yang tidak datang karena lebih memilih berdua dengan istrinya (berhubungan suami istri) kemudian melahirkan anak bernama Sannaf. Kelak kemudian Sannaf menurunkan anak yang ganjil. Ketika dilahirkan, keluar sekaligus anak-anak dalam wujud kurang sempurna. Selain itu ukuran besar dan bobot masing-masing juga berbeda, ada yang fisiknya besar sedangkan lainnya kecil. Untuk selanjutnya yang besar kemudian terus tumbuh hingga melebihi ukuran normal (raksasa), sebaliknya yang bertubuh kecil terus kecil seperti liliput. Mereka kemudian dikenal sebagai Ya’juj dan Ma’juj.
Selain wujudnya yang ganjil, Ya’juj dan Ma’juj mempunyai nafsu makan yang melebihi normal. Padahal bilamana mereka makan tumbuhan tertentu maka tumbuhan itu akan berhenti tumbuh sampai kemudian mati. Demikian pula bila minum air dari suatu tempat maka airnya tidak akan bertambah lagi. Sehingga banyak sumber-sumber air dan sungai menjadi kering karenanya. Masyarakat di sekitar mereka pun harus menanggung dampaknya yaitu krisis pangan dan air.
Karena interaksi sosial yang tidak kondusif akibat masalah yang dibawa oleh Ya’juj dan Ma’juj ini maka mereka kemudian cenderung mengisolasi diri di suatu celah gunung di tengah-tengah komunitas induk bangsa-bangsa keturunan Yafits lainnya, yang antara lain meliputi bangsa: Armenia, Rusia/Slavia, Romawi dan Turk di wilayah-wilayah luas seputar Laut Hitam. Namun bilamana mereka membutuhkan makan dan minum, akan keluar secara serentak bersama-sama ke daerah-daerah sekitarnya yang masih belum tersentuh oleh mereka sebelumnya. Karena kondisi fisiknya, mereka mampu menempuh perjalanan jauh dalam waktu relatif lebih pendek dibandingkan oleh manusia normal. Bagi golongan raksasa karena mereka mampu melangkah dengan jangkauan lebar sedangkan golongan liliput adalah karena sedemikian ringan bobotnya terhadap gravitasi bumi sehingga bila berjalan sangat cepat seperti meluncur bersama angin.
Pada puncak keresahan masyarakat pada masa itu, Allah SWT kemudian mengutus salah satu hambaNya yang berkulit kehitaman (tetapi bukan termasuk ras negro) dengan dua benjolan kecil (tidak bertulang tanduk) di kedua sisi keningnya yang sebenarnya lebih sering tak tampak karena tertutupi oleh surbannya yaitu Dzul Qarnain untuk menghadang laju Ya’juj dan Ma’juj yang telah menimbulkan kerusakan alam yang akan terus bertambah luas.
"Berilah Aku potongan-potongan besi," hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua puncak gunung itu, berkatalah dzulqarnain,"Tiuplah (api itu)," Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata,"Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu." -Al Kahfi: 96-
Sesuai petunjuk Allah, Dzul Qarnain kemudian mengajak masyarakat di sekitar lokasi tempat tinggal Ya’juj dan Ma’juj untuk bersama-sama membuat dinding tembaga dan besi yang akan menutup satu-satunya lubang keluar masuk mereka. Setelah selesai, masyarakat yang sebelumnya tinggal di dekat dinding diajak untuk meninggalkan lokasi yang sudah kering tanpa air dan tumbuhan tersebut menuju ke tempat lain yang lebih layak untuk di huni.
"Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya." -Al Kahfi: 97-
Ya’juj dan Ma’juj yang telah terkurung terus berupaya membuka dinding logam tersebut dengan segala cara, bahkan dengan menjilatinya karena mereka tahu bahwa benda apapun yang mereka sentuh dengan mulutnya akan berhenti tumbuh/bertambah, kering atau tergerus. Cara ini mampu membuat bagian-bagian dinding yang mereka sentuh menjadi tipis. Namun setiap kali akan berlubang, Allah mengembalikan lagi kondisinya seperti semula. Untuk bertahan hidup selama terkurung di balik dinding, Allah menumbuhkan sejenis lumut, sebagai satu-satunya tumbuhan yang dapat terus tumbuh dan justru makin bertambah banyak setiap kali dimakan oleh masyarakat Ya’juj dan Ma’juj.
"Dzulqarnain berkata,"Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku. Dia akan menjadikannya hancur luluh, dan janji Tuhanku itu adalah benar." -Al Kahfi: 98-
Allah SWT juga mewahyukan kepada Dzul Qarnain bahwa dinding itu akan terjaga dan baru akan terbuka bila saatnya tiba yaitu kelak menjelang datangnya Hari Kiamat. Kemudian Allah menjadikan gaib (tidak terlihat) lokasi dinding tersebut.
"Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi." -Al Anbiyaa: 96-
Mereka berusaha untuk keluar dengan berbagai cara, hingga sampai saat matahari akan terbenam mereka telah dapat membuat sebuah lobang kecil untuk keluar. Lalu pemimpinnya berkata,'Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini." Namun keesokkan harinya lubang kecil itu sudah tertutup kembali seperti sedia kala atas kehendak Allah. Mereka pun bingung tetapi mereka bekerja kembali untuk membuat lubang untuk keluar. Demikian kejadian tersebuat terjadi berulang-ulang. Hingga kelak menjelang Kiamat, di akhir sore setelah membuat lubang kecil pemimpin mereka berkata,“InsyaAllah, Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini.” Maka keesokan paginya lubang kecil itu masih tetap ada, kemudian terbukalah dinding tersebut sekaligus kegaibannya dari penglihatan masyarakat luar sebelumnya. Dan Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang selama ribuan tahun terkurung telah berkembang pesat jumlahnya akan turun bagaikan air bah memuaskan nafsu makan dan minumnya di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi.
Pada saat Ya'juj dan Ma'juj menyerang pada saat mendekati kiamat nanti dan saat itu masyarakat muslim termasuk Nabi Isa a.s yang telah terpojok di sebuah gunung (tur). Nabi Isa dan Umat muslim lalu bersama-sama berdoa kepada Allah agar terhindar dari masalah akibat perbuatan Ya’juj dan Ma’juj. Kemudian Allah SWT memerintahkan ulat-ulat yang tiba-tiba menembus keluar dari tengkuk Ya’juj dan Ma’juj yang langsung mengakibatkan kematian mereka secara serentak. WaAllahu 'Alam.

Jumat, 26 Februari 2016

Mereka berjuang sampai akhir HAYAT....!!

Peristiwa 10 November merupakan peristiwa sejarah perang antara Indonesia dan Belanda. Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang.
Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Sebelum dilucuti oleh sekutu, rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pun membonceng. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.

Di Surabaya, dikibarkannya bendera Belanda, Merah-Putih-Biru, di Hotel Yamato, telah melahirkan Insiden Tunjungan, yang menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan badan-badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat. Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober.

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.

Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.

Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.

Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama' serta kiyai-kiyai pondok jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kiyai-kiyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kiyai)juga ada pelopor muda seperti bung tomo dan lainnya. sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

TETAP OPTIMIS !!

http://www.gambarnaruto.com/wp-content/uploads/2015/05/Gambar-Wallpaper-Monkey-de-Luffy-One-Piece-Terlengkap26.jpg