Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Daftar Menu

BERAPA

Bahaya Mengintai Dibalik Jus Buah

Barry Popkin, seorang pakar nutrisi terkemuka dari Universitas North Carolina, memperingatkan tentang bahaya tersembunyi dalam minuman jus buah dan smoothie (jus buah yang di campur bahan lain, seperti coklat kacang dan susu, agar lebih kental), karena kandungan

Membaca al-Qur'an Redam Nyeri Operasi

Membaca al-Qur'an dengan tartil selama 10 menit, dapat mengurangi nyeri yang dirasakan oleh ibu yang melahirkan lewat operasi Ceaesar. Demikian menurut hasil penelitian oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhmmadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2009, Hasto Andi Irawan.

Aborsi Meningkatkan Resiko Kematian Wanita

Sebuah penelitian di Denmark menyimpulkan, perempuan yang pernah melakukan aborsi mengalami peningkatan risiko kematian saat melahirkan. Studi yang dimuat di Eurapean Journal of Public Health Nopember 2012 itu mengamati tingkat kematian saat melahirkan selama lebih dari 25 tahin di Denmark..

PAUS BIRU MAKAN DENGAN "TANGAN KANAN"

Paus biru, mamalia terbesar di bumi, lebih sering menyergap buruan dengan sisi kanannya ketika mereka menyantap makanan di laut. Itu artinya, hewan tersebut seperti manusia yang menggunakan tangan kanan untuk memasukkan makanan ke mulut.

Akhir Klaim "Ayam dan Telur"

Mana yang lebih dahulu, ayam atau telur? Pertanyaan seperti ini sudah terjadi sejak berabad - abad. Tapi kini, jawabanya sudah tersedia. Para ilmuan bulan lalu mengklaim telah memecahkan teka - teki tersebut. Jawabanya, kata mereka, adalah ayam.

Tampilkan postingan dengan label Sejarah melayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah melayu. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2016

Perkenalkan! Ini Janna Jihad, Wartawan Palestina Berumur 10 Tahun

http://www.kiblat.net/files/2016/05/Janna-Jihad.jpgKIBLAT.NET, Tepi Barat – “Kameraku adalah senjataku. Kamera lebih kuat ketimbang senjata. Aku dapat mengirimkan pesan kepada segelintir orang dan mereka dapat mengirimkan kepada orang lain.”
Kalimat yang amat tegas itu keluar begitu saja dari seorang gadis kecil bernama Janna Jihad Ayyad. Bulan ini, usianya baru menginjak 10 tahun. Bisa dibilang, Janna ialah jurnalis termuda di dunia yang meliput di wilayah konflik.
Janna yang menetap di desa Nabi Saleh di Tepi Barat, wilayah pendudukan Israel melakukan peliputan dan merekam sejumlah kejadian-kejadian pilu yang dialami oleh saudara-saudaranya.
Dalam perjalanannya, Janna semakin menekuni dunia jurnalistik tatkala ia kehilangan sejulah anggota keluarganya, termasuk dua saudaranya di daerah Nabi Saleh. Pamannya, Rushdie Tamimi terbunuh setelah tentara Israel melepaskan tembakan fatal yang bersarang di ginjalnya. Sepupunya, Mustafa Tamimi juga ikut menyusul akibat terkena serangan gas.
Pasca kejadian yang amat memilukan itu, gadis mungil tersebut meluaskan area liputannya ke sejumlah wilayah dengan berkunjung di tempat saudaranya. Dengan menggunakan iPhone milik ibunya, Janna membuat video tentang situasi di Jerusalem, Hebron, Nablus, dan Yordania.
Perjalanan liputan Janna menunjukkan bagaimana kehidupan warga yang ditahan di tempat pemeriksaan, saat berunjuk rasa, hingga kekerasan yang dilakukan tentara Zionis kepada anak-anak Palestina.
Sebelum menjalani kehidupan jurnalistik, Janna bersama teman-temannya rajin mengikuti aksi demonstrasi melawan pendudukan tentara Zionis Israel. Di video pertamanya, ia merekam jejak peristiwa yang terjadi di desanya saat baru berusia 7 tahun.
“Tak banyak jurnalis mengirim pesan kami -warga Palestina- ke seluruh dunia. Jadi, saya pikir kenapa bukan saya yang mengirim pesan… dan menunjukkan kepada mereka apa yang sedang terjadi di desa saya,” katanya.
Untuk terjun ke dunia jurnalistik, Janna sebenarnya terinspirasi dengan sepak terjang pamannya, yang tak lain adalah seorang fotografer yang mendokumentasikan kejahatan tentara Israel di Nabi Saleh.
Janna Jihad Ayad
Janna Jihad Ayad
“Saya berbicara tentang apa yang sedang terjadi. Saya melihat pendudukan, tentara, meriam, dan polisi. Mereka melakukan banyak hal untuk memmbuat kami keluar dari tanah kami,” tegasnya seperti dikutip dari Al Jazeera pada 28 April 2016.
Menjadi seorang jurnalis, Janna juga aktif di media sosial, bagaimana ia memiliki akun Facebook dengan jumlah pengikut lebih dari 22 ribu orang. Dia juga mengunggah sejumlah video keikutsertaannya dalam aksi demonstrasi menentang pendudukan Israel dan melaporkan hasil reportasenya dengan bahasa Arab dan Inggris.
Melihat gadis kecilnya menjadi Jurnalis, Nawal Tamimi (ibunya) pun mengaku bangga dengan sepak terjang putri mungilnya. “Saya bangga pada anak perempuan saya karena sejak kecil dia berbicara tentang pesan-pesannya kepada dunia. Dia menyampaikan rasa takutnya, apa yang dia rasakan, dan cerita kenapa ia tak bisa sekolah seperti anak lainnya,” ungkapnya.
Bersamaan dengan rasa bangga terhadap anaknya, ibu Janna sekaligus merasa khawatir terhadap putrinya dan mengenang bagaimana bengisnya tentara Israel saat mendobrak rumahnya. “Saya khawatir padanya, ketika tentara datang di tengah malam dan menyiram gas air mata ke rumah kami, dan kami terbangun dalam kepungan asap. Mereka menyerang kami yang berdemo menentang pendudukan Israel,” ujar Nawal.
Sementara itu, paman Janna yang bernama Bilal mengaku sulit bila harus menerima pekerjaan yang telah dilakukan keponakannya. “Semestinya dia bermain dan belajar, namun kami tidak punya banyak pilihan,” paparnya.
Bilal menuturkan bahwa para keluarga Palestina telah mengajarkan anak-anak mereka untuk tidak melakukan penganiayaan dan tidak mendukung hal yang berbau kejam. Terkait dengan hal ini, para keluarga juga akan mengajarkan bauh hatinya untuk “berjuang dan memerdekakan” Palestina.
Di tengah kekhawatiran orang tua dan keluarga atas profesinya, Janna merasa beruntung sebagai jurnalis anak-anak ketimbang jurnalis dewasa. “Tentara (Israel, red) hanya menangkap jurnalis-jurnalis besar dan mengambil kamera mereka,” imbuhnya.
Saat usianya menginjak dewasa, Janna mengungkapkan keinginannya untuk bekerja di kabar berita internasional seperti CNN atau Fox News dengan alasan, “mereka tidak pernah bicara tentang Palestina, dan saya mau membuat liputan-liputan tentang Palestina”.
Walau telah mengenal dunia jurnalistik, Janna tetaplah gadis kecil Palestina yang masih ingin bermain dan belajar. Ketika ditanya mengenai dunia yang ideal, Janna mengatakan “saya mau dunia ini berwarna pink”.

Sumber: aljazeera.com
Penulis: Dio Alifullah

Jumat, 26 Februari 2016

Awal sejarah melayu

Selama abad keenambelas dan ketujuhbelas, kerajaan-kerajaan seperti Mataram, Aceh, Melaka, Makasar, Banten bertumbuh-kembang dan berjatuhan. Selama kurun waktu itu, bahasa Melayu tampil sebagai bahasa terpenting untuk aktivitas perdagangan dan keagamaan (Islam). Kesultananan Melaka abad keenambelas merupakan contoh pertama sebuah kerajaan yang berkebudayaan dan berbahasa Melayu di kurun waktu awal modern itu.
Abad kedelapanbelas, yang bermula agak lebih awal pada akhir “Era Perdagangan”, yaitu sekitar 1680, lebih baik dipandang sebagai sebuah kategori sejarah terpisah. Perkembangan sejarah di abad kedelapanbelas yang ‘panjang’ ini (1680-1800) mencuatkan ciri-ciri khasnya sendiri.
Di awal abad kedelapanbelas, produksi kopi mulai dikembangan di Priangan, Jawa Barat dan dengan demikian mengaitkan kawasan itu lebih dekat lagi pada pasar dunia. Jawa Tengah mengalami sejumlah peperangan memperebutkan tahta serta sejumlah konflik wilayah dan kekuasaan. Dalam rangka mengendalikan pelabuhan-pelabuhan di pesisir utara Jawa, Kompeni (VOC) semakin terlibat dalam berbagai gerakan memperebutkan hegemoni di Jawa. Jawa memang merupakan pengecualian di antara berbagai kawasan di dunia Melayu-Indonesia. Banyak kawasan lain seperti Johor dan Siak serta lusinan kerajaan kecil di Sulawesi dan Bali, dan bahkan juga kerajaan Blambangan di Jawa Timur penuh gejolak, namun semuanya boleh dikatakan tetap mandiri. Kendati puat-pusat tradisional seperti Ternate dan Makasar telah jatuh ke tangan VOC, hal itu tidaklah berarti bahwa Belanda sudah menguasai seluruh Sulawesi atau Maluku.
Batas-batas lama muncul sebagai pusat-pusat baru. Para pedagang maritim Bugis, Mandar dan Makasar memperluas jaringan dan permukiman mereka di sepanjang pesisir Kalimantan, Riau-Johor dan Sulawesi, menghidupkan pertukaran barang, pandangan dan budaya yang marak melintasi Selat Melaka yang tanpa batas, serta Palung Sunda dan Laut Jawa. Abad kedelapanbelas yang “panjang” dan rumit itu boleh dikatakan telah berakhir pada tanggal 1 Januari 1800, ketika VOC gulung tikar dan kawasan Hindia Belanda (Indonesia) secara resmi beralih ke tangan pemerintah Belanda. Sesudah 1800, khususnya sesudah kedatangan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels di bulan Januari 1808, hubungan Belanda – Indonesia mengalami perubahan yang mendasar.
Memerhatikan koleksi-koleksi kurun waktu awal modern yang ada di ANRI, kita tergiur untuk menyimpulkan bahwa tak ada surat-menyurat antar pulau yang selamat, yaitu surat-menyurat antara para penguasa, pedagang serta ulama di Asia Tenggara. Namun, kesimpulan itu salah. Arsip VOC menyuguhkan informasi tentang sejumlah fakta dan peristiwa tertentu yang sudah disebut dalam sejarah resmi atau karya tulisan keraton seperti Babad Tanah Jawi (Sejarah Tanah Jawa) dan hikayat Melayu - kedua karya tersebut yang pertama dan utama merupakan naskah sastra dan kebudayaan (silsilah) . Tidak dapat dipungkiri bahwa keterbatasan utama arsip adalah pemilihan fakta dan pengamatan akan kejadian oleh orang-orang Eropa ketika itu yang berat sebelah. Sudah tentu hal ini disebabkan karena para penulis naskah-naskah itu memiliki kepentingannya masing-masing. Kini, tantangannya adalah untuk menganalisis naskah-naskah tersebut dengan sudut pandang regional non-Eropa, Indonesia dan Asia. Beruntunglah bahwa Catatan Harian di Kastel Batavia juga berisi ratusan surat yang berasal dari Asia Tenggara. Surat-surat tersebut disampaikan dengan memanfaatkan jasa para kurir khusus yang secara besama menjalankan sistem pertukaran informasi cukup canggih saat itu. Dengan perspektif meletakkan kawasan Melayu dan Indonesia di pusat maritim Asia Tenggara yang sangat strategis, maka koleksi Harta Karun memiliki peran sangat penting.

TETAP OPTIMIS !!

http://www.gambarnaruto.com/wp-content/uploads/2015/05/Gambar-Wallpaper-Monkey-de-Luffy-One-Piece-Terlengkap26.jpg