Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Daftar Menu

BERAPA

Bahaya Mengintai Dibalik Jus Buah

Barry Popkin, seorang pakar nutrisi terkemuka dari Universitas North Carolina, memperingatkan tentang bahaya tersembunyi dalam minuman jus buah dan smoothie (jus buah yang di campur bahan lain, seperti coklat kacang dan susu, agar lebih kental), karena kandungan

Membaca al-Qur'an Redam Nyeri Operasi

Membaca al-Qur'an dengan tartil selama 10 menit, dapat mengurangi nyeri yang dirasakan oleh ibu yang melahirkan lewat operasi Ceaesar. Demikian menurut hasil penelitian oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhmmadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2009, Hasto Andi Irawan.

Aborsi Meningkatkan Resiko Kematian Wanita

Sebuah penelitian di Denmark menyimpulkan, perempuan yang pernah melakukan aborsi mengalami peningkatan risiko kematian saat melahirkan. Studi yang dimuat di Eurapean Journal of Public Health Nopember 2012 itu mengamati tingkat kematian saat melahirkan selama lebih dari 25 tahin di Denmark..

PAUS BIRU MAKAN DENGAN "TANGAN KANAN"

Paus biru, mamalia terbesar di bumi, lebih sering menyergap buruan dengan sisi kanannya ketika mereka menyantap makanan di laut. Itu artinya, hewan tersebut seperti manusia yang menggunakan tangan kanan untuk memasukkan makanan ke mulut.

Akhir Klaim "Ayam dan Telur"

Mana yang lebih dahulu, ayam atau telur? Pertanyaan seperti ini sudah terjadi sejak berabad - abad. Tapi kini, jawabanya sudah tersedia. Para ilmuan bulan lalu mengklaim telah memecahkan teka - teki tersebut. Jawabanya, kata mereka, adalah ayam.

Jumat, 26 Februari 2016

Awal sejarah melayu

Selama abad keenambelas dan ketujuhbelas, kerajaan-kerajaan seperti Mataram, Aceh, Melaka, Makasar, Banten bertumbuh-kembang dan berjatuhan. Selama kurun waktu itu, bahasa Melayu tampil sebagai bahasa terpenting untuk aktivitas perdagangan dan keagamaan (Islam). Kesultananan Melaka abad keenambelas merupakan contoh pertama sebuah kerajaan yang berkebudayaan dan berbahasa Melayu di kurun waktu awal modern itu.
Abad kedelapanbelas, yang bermula agak lebih awal pada akhir “Era Perdagangan”, yaitu sekitar 1680, lebih baik dipandang sebagai sebuah kategori sejarah terpisah. Perkembangan sejarah di abad kedelapanbelas yang ‘panjang’ ini (1680-1800) mencuatkan ciri-ciri khasnya sendiri.
Di awal abad kedelapanbelas, produksi kopi mulai dikembangan di Priangan, Jawa Barat dan dengan demikian mengaitkan kawasan itu lebih dekat lagi pada pasar dunia. Jawa Tengah mengalami sejumlah peperangan memperebutkan tahta serta sejumlah konflik wilayah dan kekuasaan. Dalam rangka mengendalikan pelabuhan-pelabuhan di pesisir utara Jawa, Kompeni (VOC) semakin terlibat dalam berbagai gerakan memperebutkan hegemoni di Jawa. Jawa memang merupakan pengecualian di antara berbagai kawasan di dunia Melayu-Indonesia. Banyak kawasan lain seperti Johor dan Siak serta lusinan kerajaan kecil di Sulawesi dan Bali, dan bahkan juga kerajaan Blambangan di Jawa Timur penuh gejolak, namun semuanya boleh dikatakan tetap mandiri. Kendati puat-pusat tradisional seperti Ternate dan Makasar telah jatuh ke tangan VOC, hal itu tidaklah berarti bahwa Belanda sudah menguasai seluruh Sulawesi atau Maluku.
Batas-batas lama muncul sebagai pusat-pusat baru. Para pedagang maritim Bugis, Mandar dan Makasar memperluas jaringan dan permukiman mereka di sepanjang pesisir Kalimantan, Riau-Johor dan Sulawesi, menghidupkan pertukaran barang, pandangan dan budaya yang marak melintasi Selat Melaka yang tanpa batas, serta Palung Sunda dan Laut Jawa. Abad kedelapanbelas yang “panjang” dan rumit itu boleh dikatakan telah berakhir pada tanggal 1 Januari 1800, ketika VOC gulung tikar dan kawasan Hindia Belanda (Indonesia) secara resmi beralih ke tangan pemerintah Belanda. Sesudah 1800, khususnya sesudah kedatangan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels di bulan Januari 1808, hubungan Belanda – Indonesia mengalami perubahan yang mendasar.
Memerhatikan koleksi-koleksi kurun waktu awal modern yang ada di ANRI, kita tergiur untuk menyimpulkan bahwa tak ada surat-menyurat antar pulau yang selamat, yaitu surat-menyurat antara para penguasa, pedagang serta ulama di Asia Tenggara. Namun, kesimpulan itu salah. Arsip VOC menyuguhkan informasi tentang sejumlah fakta dan peristiwa tertentu yang sudah disebut dalam sejarah resmi atau karya tulisan keraton seperti Babad Tanah Jawi (Sejarah Tanah Jawa) dan hikayat Melayu - kedua karya tersebut yang pertama dan utama merupakan naskah sastra dan kebudayaan (silsilah) . Tidak dapat dipungkiri bahwa keterbatasan utama arsip adalah pemilihan fakta dan pengamatan akan kejadian oleh orang-orang Eropa ketika itu yang berat sebelah. Sudah tentu hal ini disebabkan karena para penulis naskah-naskah itu memiliki kepentingannya masing-masing. Kini, tantangannya adalah untuk menganalisis naskah-naskah tersebut dengan sudut pandang regional non-Eropa, Indonesia dan Asia. Beruntunglah bahwa Catatan Harian di Kastel Batavia juga berisi ratusan surat yang berasal dari Asia Tenggara. Surat-surat tersebut disampaikan dengan memanfaatkan jasa para kurir khusus yang secara besama menjalankan sistem pertukaran informasi cukup canggih saat itu. Dengan perspektif meletakkan kawasan Melayu dan Indonesia di pusat maritim Asia Tenggara yang sangat strategis, maka koleksi Harta Karun memiliki peran sangat penting.

Mereka berjuang sampai akhir HAYAT....!!

Peristiwa 10 November merupakan peristiwa sejarah perang antara Indonesia dan Belanda. Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, Indonesia diduduki oleh Jepang.
Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Sebelum dilucuti oleh sekutu, rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober. Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) pun membonceng. Itulah yang meledakkan kemarahan rakyat Indonesia di mana-mana.

Di Surabaya, dikibarkannya bendera Belanda, Merah-Putih-Biru, di Hotel Yamato, telah melahirkan Insiden Tunjungan, yang menyulut berkobarnya bentrokan-bentrokan bersenjata antara pasukan Inggris dengan badan-badan perjuangan yang dibentuk oleh rakyat. Bentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober.

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya. Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.

Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukan Jepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30 000 serdadu, 50 pesawat terbang, dan sejumlah besar kapal perang.

Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk.

Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama' serta kiyai-kiyai pondok jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kiyai-kiyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kiyai)juga ada pelopor muda seperti bung tomo dan lainnya. sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

sejarah perjuangan indonesia

Selama abad ke-18, Vereenigde Oost-Indische Compagnie (disingkat VOC) memantapkan dirinya sebagai kekuatan ekonomi dan politik di pulau Jawa setelah runtuhnya Kesultanan Mataram. Perusahaan dagang Belanda ini telah menjadi kekuatan utama di perdagangan Asia sejak awal 1600-an, tetapi pada abad ke-18 mulai mengembangkan minat untuk campur tangan dalam politik pribumi di pulau Jawa demi meningkatkan kekuasaan mereka pada ekonomi lokal. Namun korupsi, manajemen yang buruk dan persaingan ketat dari Inggris (East India Company) mengakibatkan runtuhnya VOC menjelang akhir abad ke-18. Pada tahun 1796, VOC akhirnya bangkrut dan kemudian dinasionalisasi oleh pemerintah Belanda. Akibatnya, harta dan milik VOC di Nusantara jatuh ke tangan mahkota Belanda pada tahun 1800. Namun, ketika Perancis menduduki Belanda antara tahun 1806 dan 1815, harta tersebut dipindahkan ke tangan Inggris. Setelah kekalahan Napoleon di Waterloo diputuskan bahwa sebagian besar wilayah Nusantara kembali ke tangan Belanda.

Arsitek Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia

Dua nama menonjol sebagai arsitek Pemerintah Kolonial Belanda di Indonesia. Pertama, Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal 1808-1811 ketika Belanda dikuasai oleh Perancis dan, kedua, Letnan Inggris Stamford Raffles, Gubernur Jenderal 1811-1816 ketika Jawa dikuasai Inggris. Daendels mereorganisasi pemerintahan kolonial pusat dan daerah dengan membagi pulau Jawa dalam distrik (yang juga dikenal sebagai residensi) yang dipimpin oleh seorang pegawai negeri sipil Eropa - yang disebutkan residen - yang secara langsung merupakan bawahan dari - dan harus melapor kepada - Gubernur Jenderal di Batavia. Para residen ini bertanggung jawab atas berbagai hal di residensi mereka, termasuk masalah hukum dan organisasi pertanian. Raffles melanjutkan reorganisasi pendahulunya dengan mereformasi pengadilan, polisi dan sistem administrasi di Jawa. Dia memperkenalkan pajak tanah di Jawa yang berarti bahwa petani Jawa harus membayar pajak, kira-kira nilai dua-perlima dari panen tahunan mereka, kepada pihak berwenang. Raffles juga sangat tertarik dengan budaya dan bahasa Jawa. Pada tahun 1817 ia menerbitkan bukunya The History of Java, salah satu karya akademis pertama yang topiknya pulau Jawa. Namun, reorganisasi administrasinya yang diterapkan Raffles juga berarti meningkatnya intervensi pihak asing di masyarakat dan ekonomi Jawa, yang tercermin dari meningkatnya jumlah pejabat peringkat menengah Eropa yang bekerja di residensi-residensi di pulau Jawa. Antara tahun 1825 dan tahun 1890 jumlah ini meningkat dari 73 menjadi 190 pejabat Eropa.
Sistem pemerintahan kolonial Belanda di Jawa adalah sistem yang direk (langsung) maupun dualistik. Bersamaan dengan hirarki Belanda, ada hirarki pribumi yang berfungsi sebagai perantara antara petani Jawa dan layanan sipil Eropa. Bagian atas struktur hirarki pribumi ini terdiri dari aristokrasi Jawa, sebelumnya para pejabat yang mengelola pemerintahan Mataram. Namun, karena dikuasai penjajah para priyayi ini terpaksa melaksanakan kehendak Belanda.
Diponegoro Java War Indonesia InvestmentsMeningkatnya dominasi Belanda atas pulau Jawa tidak datang tanpa perlawanan. Ketika Pemerintah Kolonial Belanda memutuskan untuk membangun jalan di tanah yang dimiliki Pangeran Diponegoro (yang ditunjuk sebagai wali tahta Yogyakarta setelah kematian mendadak saudara tirinya), ia memberontak dengan didukung oleh mayoritas penduduk di Jawa Tengah dan menjadikannya perang jihad. Perang ini berlangsung tahun 1825-1830 dan mengakibatkan kematian sekitar 215,000 orang, sebagian besar orang Jawa. Tapi setelah Perang Jawa selesai - dan pangeran Diponegoro ditangkap - Belanda jauh lebih kuat di Jawa dibanding sebelumnya.

Tanam Paksa atau Sistem Kultivasi di Jawa

Persaingan dengan para pedagang Inggris, Perang Napoleon di Eropa dan Perang Jawa mengakibatkan beban finansial yang besar bagi keuangan Kerajaan Belanda. Diputuskan bahwa Jawa harus menjadi sebuah sumber utama pendapatan untuk Belanda dan karena itu Gubernur Jenderal Van den Bosch mendorong dimulainya era Tanam Paksa (para sejarawan di Indonesia mencatat periode ini sebagai era Tanam Paksa namun Pemerintah Kolonial Belanda menyebutnya Cultuurstelsel yang berarti Sistem Kultivasi) di tahun 1830. Dengan sistem ini, Belanda memonopoli perdagangan komoditi-komoditi ekspor di Jawa. Terlebih lagi, pihak Belanda lah yang memutuskan jenis (dan jumlah) komoditi yang harus diproduksi oleh para petani Jawa. Secara umum, ini berarti para petani Jawa harus menyerahkan seperlima dari hasil panen mereka kepada Belanda. Sebagai gantinya, para petani menerima kompensasi dalam bentuk uang dengan harga yang sudah ditentukan Belanda tanpa memperhitungkan harga komoditi di pasaran dunia. Para pejabat Belanda dan Jawa menerima bonus bila residensi mereka mengirimkan lebih banyak hasil panen dari waktu-waktu sebelumnya, dan karena itu mendorong intervensi top-down dan penindasan. Selain pemaksaan penanaman dan kerja rodi, pajak tanah Raffles juga masih berlaku. Sistem Tanam Paksa menghasilkan kesuksesan keuangan. Antara 1832 dan 1852, sekitar 19% dari total pendapatan pemerintah Belanda berasal dari koloni Jawa. Antara 1860 ke 1866, angka ini bertambah menjadi 33%.
Pada awalnya, Sistem Tanam Paksa tidak didominasi hanya oleh pemerintah Belanda saja. Para pemegang kekuasaan Jawa, pihak Eropa swasta dan juga para pengusaha Tionghoa bergabung di dalamnya. Namun, setelah 1850 - waktu Sistem Tanam Paksa direorganisasi - Pemerintah Kolonial Belanda menjadi pemain utama. Namun reorganisasi ini juga membuka pintu bagi pihak-pihak swasta untuk mulai mendominasi Jawa. Sebuah proses privatisasi terjadi ketika Pemerintah Kolonial secara bertahap mengalihkan produksi komoditi ekspor kepada para pengusaha Eropa.

Zaman Liberal Hindia Belanda

Semakin banyak suara-suara terdengar di Belanda yang menolak Sistem Tanam Paksa dan mendorong sebuah pendekatan yang lebih liberal bagi perusahaan-perusahaan asing. Penolakan Sistem Tanam Paksa ini terjadi karena alasan-alasan kemanusiaan dan ekonomi. Pada 1870 kelompok liberal di Belanda memenangkan kekuasaan di parlemen Belanda dan sukses menghilangkan beberapa karakteristik Sistem Tanam Paksa, seperti persentase penanaman dan keharusan menggunakan lahan dan tenaga kerja untuk mengekspor hasil panen. Kelompok liberal ini membuka jalan untuk dimulainya sebuah periode baru dalam sejarah Indonesia dikenal sebagai Zaman Liberal (sekitar 1870-1900). Periode ini ditandai dengan pengaruh besar dari kapitalisme swasta dalam kebijakan kolonial di Hindia Belanda. Pemerintah Kolonial pada saat itu kurang lebih memainkan peran sebagai pengawas dalam hubungan antara pengusaha-pengusaha Eropa dengan masyarakat pedesaan Jawa. Namun - walaupun kaum liberal mengatakan bahwa keuntungan pertumbuhan ekonomi juga akan mengucur kepada masyarakat lokal - keadaan para petani Jawa yang menderita karena kelaparan, kurang pangan dan penyakit tidak lebih baik dibandingkan masa Tanam Paksa.
Abad ke-19 juga dikenal sebagai abad ketika Belanda melaksanakan ekspansi geografis yang substantial di Nusantara. Didorong oleh mentalisme imperialisme baru, negara-negara Eropa bersaing untuk mencari koloni-koloni di luar benua Eropa untuk motif ekonomi dan status. Salah satu motif penting bagi Benda untuk memperluas wilayah di Nusantara - selain keuntungan keuangan - adalah untuk mencegah negara-negara Eropa lain mengambil bagian-bagian dari wilayah ini. Pertempuran paling terkenal dan lama selama periode ekspansi Belanda adalah Perang Aceh yang dimulai di tahun 1873 dan berlangsung sampai 1913, berakibat pada kematian lebih dari 100,000 orang. Namun, Belanda tidak pernah memegang kontrol penuh atas Aceh. Integrasi politik antara Jawa dan pulau-pulau lain di nusantara sebagai kesatuan politis kolonial telah sebagian besar dicapai pada awal abad ke-20.

Politik Etis dan Nasionalisme Indonesia

Ketika perbatasan Hindia Belanda mulai mengambil bentuk menjadi Indonesia saat ini, Ratu Belanda Wilhelmina membuat pengumuman pada pidato tahunannya di 1901 bahwa kebijakan baru, Politik Etis, akan diterapkan. Politik Etis (mengakui bahwa Belanda memiliki hutang budi kepada orang nusantara) bertujuan untuk meningkatkan standar kehidupan penduduk asli. Cara untuk mencapai tujuan ini adalah melalui intervensi negara secara langsung dalam kehidupan (ekonomi), dipromosikan dengan slogan 'irigasi, pendidikan dan emigrasi'. Namun, pendekatan baru ini tidak membuktikan kesuksesan yang signifikan dalam meningkatkan standar kehidupan penduduk asli.
Politik Etis menyebabkan efek samping yang besar. Komponen pendidikan berkontribusi signifikan pada kebangkitan nasionalisme Indonesia dengan menyediakan alat-alat intelektual bagi masyarakat Indonesia untuk mengorganisir dan menyampaikan keberatan-keberatan mereka terhadap Pemerintah Kolonial. Politik Etis memberikan kesempatan, untuk sebagian kecil kaum elit Indonesia, untuk memahami ide-ide politik Barat mengenai kebebasan dan demokrasi. Untuk pertama kalinya orang-orang pribumi mulai mengembangkan kesadaran nasional sebagai 'orang Indonesia'.
Pada 1908, para pelajar di Batavia mendirikan asosiasi Budi Utomo, kelompok politis pribumi yang pertama. Peristiwa ini dianggap sebagai saat kelahiran nasionalisme Indonesia. Hal ini memulai tradisi politik kerja sama antara elit muda Indonesia dan para pejabat pemerintahan Belanda yang diharapkan untuk membantu wilayah Hindia Barat mencapai kemerdekaan yang terbatas. Bab selanjutnya dalam kebangkitan nasionalisme Indonesia adalah pendirian partai politik pertama berbasis masa, Sarekat Islam di 1911. Pada awalnya, organisasi ini didirikan untuk mendukung para pengusaha asli untuk melawan para pengusaha Tionghoa yang mendominasi ekonomi lokal namum kemudian mengembangkan fokusnya dan mengembangkan kedasaran politik populer dengan tendensi subversif. Gerakan-gerakan penting lainnya yang menyebabkan terbukanya pemikiran politik pribumi adalah Muhammadiyah, gerakan reformis sosio-religius Islam yang didirikan di tahun 1912 dan Asosiasi Sosial Demokrat Hindia, gerakan komunis yang didirikan tahun 1914 yang menyebarkan ide-ide Marxisme di Hindia Belanda. Perpecahan internal di gerakan ini kemudian mendorong pendirian Partai Komunis Indonesia (PKI) di tahun 1920.
Pada awalnya, Pemerintah Kolonial Belanda mengizinkan pendirian gerakan-gerakan politik lokal namun ketika ideologi Indonesia diradikalisasi di tahun 1920an (seperti yang tampak dalam pemberontakan-pemberontakan komunis di Jawa Barat dan Sumatra Barat di tahun 1926 dan 1927) Pemerintah Belanda mengubah tindakannya. Sebuah rezim yang relatif toleran digantikan dengan rezim represif yang menekan semua tindakan yang diduga subversif. Rezim represif ini hanya memperparah keadaan dengan meradikalisasi seluruh gerakan nasionalis Indonesia. Sebagian dari para nasionalis ini mendirikan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) di tahun 1927 sebagai sebuah reaksi pada rezim yang represif. Tujuannya adalah mencapai kemerdekaan penuh untuk Indonesia.
Peristiwa penting lainnya bagi nasionalisme Indonesia adalah Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Pada kongres yang dihadiri organisasi-organisasi pemuda ini, tiga idealisme diproklamasikan, menyatakan diri memiliki satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Tujuan utama dari kongres ini adalah mendorong persatuan antara kaum muda Indonesia. Di dalam kongres ini lagu yang kemudian menjadi lagu kebangsaan nasional (Indonesia Raya) dikumandangkan dan bendera nasional di masa kemerdekaan (merah-putih) dikibarkan untuk pertama kalinya. Pemerintah Kolonial Belanda bertindak dengan melakukan aksi-aksi penekanan. Para pemimpin nasionalis muda, seperti Sukarno (yang menjadi presiden pertama Indonesia di tahun 1945) dan Mohammad Hatta (wakil presiden Indonesia yang pertama) ditangkap dan diasingkan.

Invasi Jepang ke Hindia Belanda

Pihak Belanda cukup kuat untuk mencegah nasionalisme Indonesia dengan cara menangkap para pemimpinnya dan menekan organisasi-organisasi nasionalis namun mereka tidak pernah bisa menghapuskan sentimen nasionalisme. Orang-orang Indonesia, di sisi lain, tidak memiliki kekuatan untuk bersaing dengan para pemimpin kolonialis dan karenanya membutuhkan bantuan-bantan dari luar untuk menghancurkan sistem kolonial. Di Maret 1942, orang-orang Jepang, dibakar semangatnya oleh keinginan akan minyak, menyediakan bantuan tersebut dengan menguasai Hindia Belanda. Walaupun pada awalnya disambut sebagai pembebas oleh penduduk Indonesia, mereka segera mengalami kesengsaraan di bawah penjajahan Jepang: kekurangan makanan, pakaian dan obat dan juga kerja paksa di bawah kondisi yang menyiksa. Kurangnya makanan terjadi terutama disebabkan karena administrasi yang tidak kompeten, mengubah Jawa menjadi sebuah pulau penuh kelaparan. Orang-orang Indonesia bekerja sebagai buruh paksa (disebut romusha) ditempatkan untuk bekerja dalam proyek-proyek yang membutuhkan banyak tenaga kerja di Jawa.
Ketika Jepang mengambil alih para pejabat Belanda ditempatkan dalam kamp-kamp tawanan dan digantikan oleh orang-orang Indonesia untuk mengerjakan tugas-tugas kepemerintahan. Orang-orang Jepang mendidik, melatih dan mempersenjatai banyak kaum muda Indonesia dan memberikan suara politik kepada para pemimpin nasionalis. Ini memampukan para pemimpin nasionalis untuk mempersiapkan masa depan bangsa Indonesia yang merdeka. Pada bulan-bulan terakhir sebelum penyerahan diri Jepang, yang secara efektif mengakhiri Perang Dunia II, pihak Jepang memberikan dukungan penuh pada gerakan nasionalis Indonesia. Hancurnya kekuasaan politik, ekonomi, dan sosial Pemerintah Kolonial Belanda melahirkan sebuah era baru. Pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dua hari setelah penjatuhan bom atom di Nagasaki.

Senin, 12 Oktober 2015

IMAN DAN TAQWA DALAM PERILAKU KEHIDUPAN

Membentuk kepribadian yang utuh lahir dan bathin mutlak diperlukan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang bertanggung jawab. Pengembangan kepribadian tersebut perlu dilakukan dengan berbagai usaha antara lain dengan memadukan unsur jiwa korsa, karya, iman taqwa, budaya dan olahraga. Korsa , karya dan olahraga menyangkut kepentingan lahir (fisik material) sedangkan iman taqwa menyangkut kepentingan batin (mental spiritual) agar dalam berperilaku tidak mudah diperbudak syaitan.

Pada dasarnya moral adalah realisasi kepribadian (mental) , bukan hasil perbuatan pikiran. Sepanjang akal sehat yang bicara, maka kesenangan dunia menjadi sesuatu yang paling menarik .Andaisaja kita memiliki kesempatan untuk menghayati perjalanan hidup manusia dari masa kemasa maka kita akan menemukan bentuk kehidupan yang unik dan beraneka ragam. Mereka berjalan dan terus berjalan mengikuti keinginannya, lurus berkelok naik turun dan baru terhenti diujung kematian. Catatan perjalanan manusia yang bervariatif tersebut semuanya bertujuan untuk menemukan kehidupan yang bahagia. Tak bisa disangkal selama hayat masih berkembang walau sudah lanjut usia , walau SK pensiun sudah diterima namun naluri mendorong manusia untuk terus memiliki semangat kerja memenuhi kepuasan batinnya dalam mencintai dunia. Nafsu duniawi yang umum diburu manusia adalah harta benda, emas berlian, kendaraan yang bagus, rumah mewah, tanah yang luas, kedudukan yang terhormat, kenikmatan seksual dan lain sebagainya. Pangkal kesenangan inilah yang memicu manusia menjadi lupa diri dan lupa amanah. Memang Islam tidak menutup apalagi membunuh naluri manusia untuk mengejar kesenangan dunia, sama sekali tidak. Islam menuntun umatnya untuk menyelaraskan naluri itu dengan kepribadian agar tetap berada pada norma batas kepatutan yang telah digariskan oleh agama. Naluri kesenangan dunia tanpa ada kendali agama sangat membahayakan kehidupan manusia , bukan hanya terbatas kepada seseorang saja melainkan bisa berakibat pada kerugian perusahaan , kerusakan lingkungan dan pelestarian alam, kerusakan tata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejarah telah menunjukkan kepada kita betapa tragisnya nasib negara yang kita cintai ini akibat korupsi, kolusi dan nepotisme telah membudaya diberbagai sektor usaha dan pemerintahan. Hanya dalam kurun waktu beberapa bulan berjuta rakyat (mayoritas muslim) menjadi miskin, tidak punya kemampuan menghidupi keluarganya. Alangkah ironisnya pemandangan di seputar pinggiran ibu kota Jakarta. Setiap ada pembagian sembako terlihat bahwa yang ngantri banyak yang memakai kerudung, jilbab dan peci haji. Tentu suatu pemandangan yang sangat menyentuh hati kita sebagai seorang muslim. Memang betapa tragisnya jika iman dan taqwa tidak lagi dijadikan pagar dalam pertumbuhan naluri hingga bebas tanpa batas tertuju pada kesenangan duniawi semata. Kesenangan dunia acapkali membawa ketegangan dan keonaran, kekacauan dan kekalutan bahkan mengganggu dinamikanya hidup dan kehidupan manusia dalam bermasyarakat. Dorongan untuk memenuhi hajat hidup memang fitrah manusia. Disatu sisi kita harus bisa menghindari kefakiran dan kemiskinan namun disisi lain nafsu untuk berebut hidup bukanlah cara yang terpuji.

Kekufuran adalah perilaku yang sangat negatif, perilaku yang sangat menggoncangkan ketentraman hidup masyarakat sesuai dengan sabda Nasbi Muhammad SAW :

" Kefakiran membawa seseorang kepada kekufuran " ( HR. Abu Nu’aim )

Seseorang yang memiliki tingkat keimanan dan ketaqwaan yang tinggi maka ia akan lebih banyak menanam potensi positif yang ada pada dirinya sehingga ia dapat diandalkan untuk lebih banyak melakukan amal kebajikan dalam mengembangkan nilai-nilai hidupnya.

Dikegiatan organisasi kemasyarakatan, kata IMAN dan TAQWA dijadikan mahkota, fundamen dasar-dasar kebajikan sejati. Karena untuk bisa memiliki akhlak yang baik, orang harus sanggup membersihkan kotornya hati dan rusaknya pikiran sehingga ia akan memiliki derajat yang tinggi. Nilai kebaikan tersebut merupakan makna dari kehidupan manusia yang diisi dengan keimanan dan keimanan belum dikatakan sempurna apabila belum dilengkapi dengan ketaqwaan. Namun apa sebenarnya iman dan taqwa itu .. ?

Iman adalah kepercayaan yang tertanam didalam hati seseorang terhadap adanya hal-hal yang ghaib yaitu :

Allah SWT

Malaikat hamba Allah yang tawadhu’ dan selalu bertasbih kepadaNya

Kitab ( Wahyu Allah)

Nabi utusan Allah penyampai risalah tauhid

Hari akhir, hari penghisaban amal perbuatan manusia dan merupakan hari yang ditunggu-tunggu bagi orang yang bertaqwa

Suratan dan ketentuan Allah

Allah SWT senantiasa menjunjung tinggi ketingkat yang lebih atas terhadap siapa saja yang mau meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. Untuk itu teramat penting bagi kita untuk terus menjaga dan memelihara iman dan taqwa kita agar kita bisa terhindar dari berbagai macam cobaan, terhindar dari beraneka ragam godaan yang datang dari segala penjuru, setiap saat dan tak mengenal waktu. Sebagai seorang muslim janganlah mudah meratap jika ada musibah dan jangan sedih kalau ada bahaya menimpa. Ingat pada Allah yang Kuasa sebab Dialah yang mengatur segalanya. Apa yang dijalaninya sudah tertera dalam suratan sesuai dengan qadha’ dan qadar Nya. Manusia hanya merencana dan berusaha namun Allah jualah yang menentukan segalanya.

Taqwa adalah urusan hati dan merupakan hal yang rahasia sehingga hakikat taqwa adalah menjauhkan dan memelihara diri dari laknat Allah, caranya adalah :

Mentaati perintah Allah dengan beramal shaleh untuk mendapatkan ridho Allah

Menjauhi larangan Nya agar terhindar dari hukuman Allah.

Menjaga diri dari segala sesuatu yang berakibat negatif sehingga tidak terjerumus kepada perkara dosa

Bersedia membersihkan diri dari berbagai tindakan yang diharamkan

Adapun ciri-ciri orang yang bertaqwa secara ringkas adalah sebagai berikut :

Ikrar diri bahwa Allah adalah Esa serta beriman dengan hal-hal yang ghaib yang tidak mampu ditangkap dengan panca indra seperti perkara malaikat, sorga dan neraka, alam kubur, padang mashar dan sebagainya.

Patuh dan taat dalam mengamalkan tuntunan dan ajaran Allah seperti sholat, zakat, puasa dan amalan lain yang telah ditetapkan Nya.

Menjauhi larangan dan hal-hal yang dimurkai Allah

Memelihara diri agar bisa mengamalkan baik melalui tulisan, ucapan ataupun tindakan tentang apa yang diteladani oleh Rasulullah, misalnya tuntunan sholat dan gerakannya yang tidak terdapat dalam Al Qur’an diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Berbakti kepada orang tua.

Ringan tangan dalam membantu orang yang memerlukannya.

Keteguhan iman dan ketentraman jiwa dapat diperoleh melalui :

Do’a kepada Allah agar hati yang bersih ini tetap terjaga dan terhindar dari segala godaan syaitan, jin dan manusia

Memperbanyak dzikir kepada Allah karena dzikrullah merupakan benteng yang kokoh, melonggarkan jiwa dan menenteramkan hati.

Membiasakan diri membaca Al Qur’an karena Al Qur’an sesungguhnya adalah kamus kehidupan.

Dapat disimpulkan bahwa pada prinsipnya taqwa adalah memanatapkan ketauhidan yaitu pernyataan diri tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi Nya, segala perintah Nya wajib kita laksanakan dan segala laranggannya wajib kita tinggalkan. Kadar taqwa inilah yang mementukan mulia atau rendahnya diri manusia dihadapan Allah SWT.

" Patuhilah Allah (bertaqwalah) dengan sebenar-benarnya. Kamu jangan mati selain dalam mematuhi agama Nya." (QS. Ali ‘Imran :102 )

" Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."( QS. Al Hujurat :13 )

Itulah sebabnya maka dalam aplikasi kehidupan sehari-hari, dalam bekerja, dalam berumah tangga, bermasyarakat, menjalin cinta kasih, mencari ilmu, mencari nafkah dan menafkahkan harta serta tolong menolong diantara sesama harus dilandasi iman dan taqwa. Perwujudan taqwa akan memancar dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan amal shaleh, taat menjalankan perintah Allah dan berbuat kebajikan dengan sesamanya. Dijelaskan bahwa penuh dengan kesungguhan Allah yang Rahman dan Rahim sangat mencintai hambanya yang taqwa. Siapa yang menyuruh kita beriman dan bertaqwa ? Tidak lain adalah Allah yang Maha Kuasa. Kalau demikian maka siapa yang tidak mau melaksanakan dan dengan alasan apapun berita-berita kebenaran yang telah ditebarkan ditengah keramaian kehidupan manusia pasti akan mengalami kesengsaraan kelak diakhirat nanti dengan penuh kepedihan dan bagi yang bertaqwa kepada Allah, tiada lain kelak akan menikmati kemuliaan, keindahan dan kenyamananan tanpa batas ditempat yang sangat terhormat yaitu Taman Firdaus Sorga Jannatun Naim .

Mumpung masih diberi kesempatan, dunia adalah tempatnya beramal shaleh, bertobat memohon ampunan, menyatakan iman dan melaksanakan ketaqwaan, memanjatkan do’a memuji kebesaran Nya, sedangkan diakhirat adalah tempat menerima balasan dari segala apa yang telah kita perbuat. Untuk itu jangan sampai waktu yang hanya sebentar dan terbatas ini diisi dengan kegiatan yang tidak ada manfaatnya. Jadikan hidup ini penuh dengan kedamaian. Hiasilah rumah kita dengan nuansa Islami, suasana yang apik, sehat, bersih, indah, rapi, asri dan sejuk penuh dengan keteduhan dan ketenangan. Semua itu kita lakukan demi menjalankan perintah Allah dan sebagai rasa syukur karena diberi nikmat kehidupan didunia ini.

Taqwa mendorong manusia untuk bisa bekerja sama dalam kebaikan dan selalu menolak suatu kegiatan yang mendatangkan dosa. Derajat taqwa lebih tinggi bila dibandingkan dengan derajat iman, sebab orang yang beriman belum tentu bertaqwa, tapi orang yang bertaqwa berarti tingkat keimanannya cukup tinggi. Banyak orang beriman tapi tidak mau beramal shaleh, misalnya tidak mau mengerjakan sholat, tidak mau membayar zakat dan lain sebagainya sehingga ada seruan agar orang yang telah beriman lengkapilah dengan taqwa. Taqwa terletak dihati manusia yang berakal. Kombinasi gerak antara otak dan hati inilah yang menjadikan orang tergerak untuk bertaqwa kepada Allah atau bahkan menentang perintah Nya.

Menyadari bahwa tingkat keimanan dan ketaqwaan seseorang sangatlah fluktuatif, terkadang naik terkadang turun bahkan bisa hilang sama sekali maka pemeliharaan dan upaya peningkatan ketaqwaan harus selalu dipupuk dan ditumbuh kembangkan dalam hati dengan selalu melihat, mendengar dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif dan jauhkanlah pikiran apalagi perbuatan dari hal-hal yang negatif walau sekecil apapun.

Tingkatkan ketaqwaan itu agar kita bisa mencapai derajat yang lebih tinggi. Manakala jiwa telah disirami taqwa maka karakter seseorang tidak lagi mudah terdesak oleh dorongan nilai-nilai kebendaan atau semangat materialistik dan krisis budaya. Malah sikap rokhaninya akan mengatur untuk selalu mendekatkan dirinya pada ridho Allah dan menjauhkan diri dari segala yang dimurkai Nya. Sikap ini berarti akan lebih meningkatkan daya guna dan hasil guna bagi perusahaan dimana kita bekerja.

Rabu, 09 September 2015

aqidah

aqidah dan tahuid adalah suatu dasar yg menjadikan kehidupan menjadi bahagia dan tentram..namun akan tetapi jika aqidah (kepercayaan) kita salah maka kehidupan yg semula bahagia berubah menjadi kehancuran dan kebinasaan yg nyata.maka dari itu kita patut untuk memperbaiki aqidah agar cita - cita ummat muslim tercapai yaitu KEHIDUPAN YANG BERAQIDAH....!!!
namun akan tetapi itu tak mudah membalik telapak tangan.kita harus berusaha keras dan berdo'a..dan yang menjadi patokan kita adalah janganlah pernah mempersekutukan allah dengan yang lain.
seperti firman allah  :
 
Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.”  (Q.S. An-Nisa’: 36

 
Artinya:
Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.”….  (Q.S. Al-Hasyr : 7

rasulullah SAW. BERSABDA
فَإِنْ آَمَنُوا بِمِثْلِ مَا آَمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا
“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 137).
Rasulullah r dengan jelas menyifatkan orang yang selamat adalah orang yang mengikuti thariqah (jalan) atau manhaj (metode) para sahabat dalam memahami ayat dan hadits Rasulullah r
Rasulullah r bersabda (artinya): “Dan ummatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh millah, semuanya masuk dalam neraka, kecuali satu millah saja. Para sahabat bertanya: siapakah yang diatas millah tersebut wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: mereka yang berada di atas aku dan para sahabatkuberada.” (Hadits Shahih riwayat Imam at-Tirmidzi).
somoga apa yg saya bisa sampaikan ini menjadi asbab kita untuk kembali menuju sumber kita yaitu allah..



saran dan komenya sangatlah kami harapkan untuk perbaikan tulisan ini

Sabtu, 22 Agustus 2015

Kata Kata Kehidupan Yang Indah

Jika terpaksa harus kalah, maka jadilah pecundang terhormat daripada kalah sebelum berjuang. padahal sebenarnya, sahabat berhak menjadi pemenang mulia.

Jangan meremehkan kesempatan kecil yang muncul di hadapan kita. Ingat, seringkali kesempatan kecil merupakan awal dari kesuksesan yang besar.

Makin banyak kita membuang waktu untuk merasa iri pada bakat ataupun kesuksesan orang lain, maka semakin sulit pula kita berkembang maju. Buang sikap negatif itu!

Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan kesempatan untuk melakukan hal yang ingin kamu inginkan.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk berupaya mengumpulkan pujian dan kritikan dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.

Masalah terbesar wanita adl mengingat terlalu banyak, sdgkn masalah terbesar pria adl melupakan terlalu cepat

Kesuksesan diraih dari karja keras kita bukan hanya dari doa yang kita panjatkan

Jangan takut akan kesulitan dalam kehidupanmu, karena itu awal perbaikan dari usaha yang kamu lakukan untuk melewati hal itu

Kesempurnaan dirasakan dgn ketulusan dan keikhlasan menerima apa adanya.

Kehilangan orang yg kita sayangi adalah tempat kita belajar, belajar untuk kuat tanpa dirinya.

Tuhan memuliakan mereka yang mau bekerja keras. Dan modal utama untuk keberhasilan adalah kerja keras yang diiringi doa.

Kata Kata Indah Tentang Cinta

Cinta tidak menyedari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba. Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia kerana cinta itu membangkitkan semangat, hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.

Cinta sejati tak datang begitu saja. Banyak proses yang harus dilalui bersama, menderita, menangis, dan tertawa bersama.

Pria dan wanita adalah kesatuan abadi dua gender berbasiskan mawaddah (cinta) dan Rahmah (kasih sayang).

Semuanya bisa ditaklukan, dikalahkan, dan diwujudkan dengan cinta karena cinta tidak pernah kehabisan tenaga.

Cinta merupakan kekuatan paling tinggi yang selalu berhasil mengubah hidup ke arah yang lebih baik.

Cinta pertama akan melahirkan kekuatan dan cinta pertama juga yang bisa menciptakan derita tiada tara. Waspadalah..waspadalah !!

Kecantikan tidak pernah jadi setandar kebahagiaan.

Yang terbaik tidak bakal kamu raih kalau hanya dipandang dari kaca mata nafsu.

Yang dipilih kecantikan hati, bukan kecantikan fisik. Inner beauty yang justru bakal menjanjikan cinta abadi, sedangkan fisik yang bersifat fana dan akan binasa.

Kata Indah Persahabatan

Sahabatnya sejati akan selalu disamping sahabatnya dalam keadaan apapun, dan juga mampu memperbaiki segala sesuatu yang sudah kurang baik antara dirinya dan sahabatnya.

Hendaknya sahabat sekalian menjadi seorang sahabat yang selalu ada disaat sahabat anda sedang dalam sebuah kesulitan.

Sahabat sejati tak selalu menjadi Super Hero yang selalu datang di saat kita butuhkan, tetapi sahabat sejati akan datang seperti Mata Hari yang akan selalu datang di saat yang tepat.

Orang yang rugi ialah orang yang tidak memperoleh sahabat, dan orang yang paling rugi ialah orang yang ditinggalkan oleh sahabat.

Persahabat itu seperti sebuah Jarum jam, kemanapun ia pergi, dan kemanapun ia akan jauh melangkah, Ia akan tetap kembali lagi bertemu dengan Anda.

Jika sahabat pernah membuatmu terluka, berpikirlah bahwa dia hanya manusia biasa yang tak sempurna, Jika sahabat pernah membuatmu marah, berpikirlah bahwa bukan hanya dia yang pernah berbuat salah.

Sahabat yang baik akan mendukungmu dalam segala hal, akan mendengarkanmu atas segala keluhan, dan akan selalu bersamamu disetiap persoalan.

Seorang sahabat takkan pernah menusukmu dari belakang, tetapi seorang sahabat akan menamparmu dari depan saat kau melakukan sesuatu yang salah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian

Sahabat andai kau masih ada dalam penglihatanku dan masih ada dalam hari-hari indah ini, aku akan memelukmu dan berkata “jangan pernah tinggalkan aku” tapi itu hanya impianku yang tak akan pernah terwujud lagi. Mungkin itu semua akan terwujud disaat aku tertidur dan bermimpi tentang dirimu.

Sekian postingan kali ini, semoga ungkapan kata indah diatas mampu memberikan motivasi bagi anda.

TETAP OPTIMIS !!

http://www.gambarnaruto.com/wp-content/uploads/2015/05/Gambar-Wallpaper-Monkey-de-Luffy-One-Piece-Terlengkap26.jpg