Assalamu'alaikum

Assalamu'alaikum

Daftar Menu

BERAPA

Bahaya Mengintai Dibalik Jus Buah

Barry Popkin, seorang pakar nutrisi terkemuka dari Universitas North Carolina, memperingatkan tentang bahaya tersembunyi dalam minuman jus buah dan smoothie (jus buah yang di campur bahan lain, seperti coklat kacang dan susu, agar lebih kental), karena kandungan

Membaca al-Qur'an Redam Nyeri Operasi

Membaca al-Qur'an dengan tartil selama 10 menit, dapat mengurangi nyeri yang dirasakan oleh ibu yang melahirkan lewat operasi Ceaesar. Demikian menurut hasil penelitian oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhmmadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2009, Hasto Andi Irawan.

Aborsi Meningkatkan Resiko Kematian Wanita

Sebuah penelitian di Denmark menyimpulkan, perempuan yang pernah melakukan aborsi mengalami peningkatan risiko kematian saat melahirkan. Studi yang dimuat di Eurapean Journal of Public Health Nopember 2012 itu mengamati tingkat kematian saat melahirkan selama lebih dari 25 tahin di Denmark..

PAUS BIRU MAKAN DENGAN "TANGAN KANAN"

Paus biru, mamalia terbesar di bumi, lebih sering menyergap buruan dengan sisi kanannya ketika mereka menyantap makanan di laut. Itu artinya, hewan tersebut seperti manusia yang menggunakan tangan kanan untuk memasukkan makanan ke mulut.

Akhir Klaim "Ayam dan Telur"

Mana yang lebih dahulu, ayam atau telur? Pertanyaan seperti ini sudah terjadi sejak berabad - abad. Tapi kini, jawabanya sudah tersedia. Para ilmuan bulan lalu mengklaim telah memecahkan teka - teki tersebut. Jawabanya, kata mereka, adalah ayam.

Rabu, 28 Februari 2018

Akhir Klaim "Ayam dan Telur"

Akhir Klaim "Ayam dan Telur"


Related image


Mana yang lebih dahulu, ayam atau telur? Pertanyaan seperti ini sudah terjadi sejak berabad - abad. Tapi kini, jawabanya sudah tersedia.
Para ilmuan bulan lalu mengklaim telah memecahkan teka - teki tersebut. Jawabanya, kata mereka, adalah ayam.
Seperti dilaporkan www.mailonline.com, para peneliti menemukan bahwa pembetukan kulit telur bergantung pada satu protein yang hanya ditemukan di indung telur ayam. Artinya telur hanya bisa ada jika berada di dalam ayam.
Protein yang  disebut ovocledidin-17, atau OC-17 - bertindak sebagai katalis untuk mempercepat pengembangan kulit telur itu.
Cangkang keras ini penting sebagai tempat bagi kuning dan putih telur. Para ilmuan dari Universitas di Sheffield dan Warwick menggunakan super komputer untuk men'zoom in' pembentukan telur tersebut.
Dr Colin Freeman, dari Depertemen Teknik Material Universitas Sheffield, mengatakan, "Selama ini orang mengira bahwa yang terlebih dulu telur, tapi kini kita memiliki bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa sebenarnya ayamlah yang lebih dulu ada."
Ternyata, dengan memeriksa secara jeli kita dapat melihat cara protein itu mengendalikan proses pembentukan kulit telur. Penemuan itu di publikasikan dalam makalah "Structrual Control of Crystal Nuclei By An Egg shell Protein".
"Memahami cara ayam membuat kulit telur dapat memberi petunjuk menuju rancangan baru maupun bahan baru," ujar Profesor John harding, dari jurusan yang sama di Sheffield.
"Alam telah menemukan solusi inovatif untuk semua jenis masalah dalam ilmu tentang materi dam teknologi - kita dapat  belajar banyak dari alam," tambahnya. Nah, mudah - mudahan dengan hasil  penelitian ini tak ada debat lagi.

Sekian



Senin, 19 Februari 2018

KECERDASAN MENURUN KARENA TEKNOLOGI

KECERDASAN MENURUN KARENA TEKNOLOGI

Related image

Tingkat intelijensia (IQ) masyarakat di negara- negara industri maju seantero Eropa menurun. 
Demikian hasill riset terbaru.

Misalnya di Inggris dan negara - negara kawasan Skandinavia, telah nyata adanya penurunan tingkat kecerdasan dalam kurun beberapa puluh tahun terakhir.

Studi baru berjudul "Apakah pelapukan dari atas?" menunjukkan tingkat kecerdasan orang di abad ke-20 melemah. Penurunannya tampak di negara - negara maju sejak pertengahan tahun 1990 an.

Menurut Michael Shayer, salah satu penyusun hasil studi itu, kekuatan sosial telah mengganggu  perkembangan kemampuan berfikir anak - anak. Dan gangguan itu dari tahun ke tahun semakin membesar.

Kekuatan sosial tersebut antara lain perkembangan teknologi, seperti game console dan ponsel pintar. Peralatan tersebut telah mengubah cara anak - anak berkomunikasi satu dengan lainnya.

Gambarannya tampak pada anak - anak kelompok usia 14 tahun di Inggris. Soal matematika dan sains yang bisa dikerjakan 25 persen anak di tahun 1994, sekarang hanya mampu dikerjakan oleh 5 persen anak. 

Hal serupa terjadi di negara - negara Sekandinavia. Finlandia, Norwegia dan Denmark, semuanya mengalami penurunan IQ rata - rata 0,23 poin pertahun sejak pertengahan tahun 1990-an.
Meskipun keliatannya kecil, tetapi dalam jangka panjang penurunan tersebut akan terasa signifikan.

Dalam proyeksi saru generasi (30 tahun) mendatang, Finlandia akan kehilangan 7,49 poin dari total IQ, Denmark akan mengalami penurunan IQ 6,48 poin, dan Norwegia 6,50 poin.

Peneliti belum memiliki data yang cukup untuk negara Swedia. Namun mereka berkeyakinan negara itu mengalami trend yang sama seperti yang ditampakkan negara- negara tetangganya di kawasan Skandinavia.

Negara - negara industri maju seperti Jerman dan Belanda juga menunjukkan stagnasi di tingkat kecerdasan masyarakatnya.

Dikutip dari buku majalah Hidayatullah.

Penulis Taufiq

Sabtu, 17 Februari 2018

MENGAPA JARI KERIPUT JIKA TERKENA AIR?


 MENGAPA JARI KERIPUT JIKA TERKENA AIR?

Related image

Jika jari tangan kita berada di dalam air selama beberapa waktu, perlahan ujung jari - jemari akan mengeriput.
Mengapa demikian?
Sejak lama diperkirakan keriput tersebut disebabkan oleh kulit yang mengalami pembekakan, karena terlalu lama berada di dalam air.
Namun penelitian terbaru menunjukkan hal berbeda. Para peneliti di Universitas Newcastle, inggris, mengomfrimasi bahwa tangan dengan ujung jari keriput tersebut lebih mudah untuk memegang benda yang basah, dibanding tangan yang tidak keriput.
Keriput di tangan yang basah itu diakibatkan pembuluh darah yang menyesuaikan diri atau beraksi dengan air, dimana perubahan itu diatur oleh sistem syaraf manusia.
Dari percobaan yang dilakukan terbukti, jari tangan keriput lebih kuat mencengkram dan lebih cepat memindahkan benda - benda basah, ketimbang jari tangan yang tidak keriput, mulus dan kering.
Jadi tidak perlu khwatir jika tangan Anda berubah mengeriput setelah lama bersentuhan dengan air, karena itu merupakan cara tubuh kita menyesuaikan diri dengan lingkungan dan tugas anggota tubuh.
Menakjubkan bukan?
Hasil penelitian ini dipubliksasikan di Biology Letters, jurnal terbitan Royal Society Inggris, awal Januari 2013.

Senin, 22 Januari 2018

MENGAPA IKAN LAUT TIDAK ASIN ?

MENGAPA IKAN LAUT TIDAK ASIN ?

Related image


WALAUPUN ikan hidup di air, ia tetap memerlukan air untuk minum. 


Ikan yang tinggal di laut menggunakan air asin sebagai sumber minuman.

Namun demikian, tidak berarti ikan menjadi asin karena meminum air laut.

Ini karena  ikan dapat memisahkan garam dari air laut yang diminum.

 Ini dapat terjadi karena ikan mempunyai sejenis sel yang dikenal sebagai ioncytes di dalam insangnya.

Sel tersebut aktif bekerja untuk memompa garam keluar dari tubuh ikan.

Ikan juga akan merasa haus jika tidak minum air.

Bahkan bisa mati kekeringan walaupun ia hidup di dalam air.

SEKIAN

Minggu, 17 Desember 2017

BERAPA LAMA MAKANAN SELESAI DICERNA ?

                                BERAPA LAMA MAKANAN SELESAI DICERNA ?


Related image


WAKTU mencerna makanan tergantung jenis makanan yang kita makan. Jika kita makan buah dan sayuran, makanan akan bergerak lebih cepat.

Ini terjadi karena buah dan sayuran mengandung SELULOSA (bahan serat) yang tidak dapat dicerna oleh usus.

Makanan yang mengandung lemak dan protein tinggi memerlukan waktu untuk dicerna. Anak - anak memerlukan  waktu yang lebih singkat untuk mencerna makanan karena saluran pencernaanya lebih pendek.

Pada umumnya, makanan akan selesai dicerna setelah 24 jam. Walhasil cepat atau lambatnya pencernaan itu tergantung pada makanan yang kita konsumsi.

Jika apel dan pisang saja kita makan dan jenis buah - buahan lainya, itu tidak akan di cerna oleh usus, disebabkan buah tidak mengandung zat besi dan lemak.

Tentunya tidak akan mengenyangkan nasfsu lapar. kalau pun kenyang mungkin bisa di hitung menit saja sudah kembali lapar lagi.

Lain halnya, makanan yang mengandung lemak dan protein yang tinggi. sedikit saja kita lahap sudah membuat kita kenyang bahkan sudah enek atau gak nafsu lagi, alias kekenyangan.

SEKIAN TERIMAKASIH !!!

Jumat, 21 Oktober 2016

Rasulullah, Sosok Sederhana Dan Bersahaja

Rasulullah, Sosok Sederhana Dan Bersahaja



Rasulullah ﷺ adalah sosok yang lengkap. Bukan hanya dari sisi akhlak dan karakternya, tapi juga dari sisi perjalanan hidupnya. Beliau pernah mengalami kemiskinan. Tapi kekayaan juga pernah beliau rasakan. Beliau miskin dengan keridhaan dan kaya dengan rasa syukur. Beliau tidak pernah bersedih dengan dunia yang hilang darinya. Dan beliau tidak berbangga dengan belimpahnya dunia.
Beliau pernah mendermakan kambing sepenuh lembah. Ya, beliau memiliki kambing sepenuh lembah, kemudian beliau berikan hanya kepada satu orang. Di lain hari, di rumahnya tak ada sesuatu untuk dimakan. Beliau zuhud, sederhana, dan bersahaja.
Apa Hakikat Dunia?
Rasulullah ﷺ adalah seorang pendidik yang baik. Beliau akrab dengan para sahabatnya dan sering memberi pemahaman kepada mereka dengan menggunakan media. Suatu hari, beliau ﷺ hendak mengajarkan kepada para sahabatnya –dan tentu juga kepada kita- tentang nilai dunia di sisi Allah ﷻ. Beliau berikan perumpamaan dengan media sebuah bangkai kambing yang cacat.
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah ﷺ penah melewati pasar bersama para sahabatnya. Kemudian beliau melihat ada bangkai kambing yang kecil kupingnya (cacat). Beliau kepit telinga kambing itu dengan jarinya dan bersabda,
أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ
“Siapa yang mau membelinya seharga satu dirham?”
“Kami sama sekali tidak tertarik. Apa yang bisa diperbuat dengannya?” kata para sahabat menjawab tawaran beliau ﷺ.
أَتُحِبُّونَ أَنَّهُ لَكُمْ
“Mau tidak kalau ini jadi milik kalian?” Rasulullah menawarkannya dengan cuma-cuma.
“Demi Allah, seandainya kambing itu hidup, ia pun cacat. Apalagi sekarang dia sudah mati”, para sahabat tetap enggan memilikinya.
فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
Rasulullah ﷺ bersabda, “Demi Allah, dunia itu lebih hina bagi Allah daripada pendapat kalian tentang anak kambing ini.” (HR. Muslim, 2957 dan Ahmad, 14402).
Inilah arti dunia di sisi Allah ﷻ, dan juga bagi Rasulullah ﷺ. Kemudian para sahabatnya pun menjadi sosok yang menaruh dunia hanya di tangan mereka, tidak masuk ke dalam hati mereka.
Kumpulkan Untukku di Akhirat
Dari Khaitsamah, dikatakan kepada Nabi ﷺ, “Jika engkau mau, akan kami berikan perbendaharaan dunia dan kunci-kuncinya, sesuatu yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, dan seorang pun setelahmu. Kami tidak akan mengurangi jatahmu di sisi Allah”. Beliau ﷺ menjawab, “Kumpulkan itu semua untukku di akhirat”.
Kemudian Allah ﷻ menurunkan ayat,
تَبَارَكَ الَّذِي إِنْ شَاءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا مِنْ ذَلِكَ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ وَيَجْعَلْ لَكَ قُصُورًا
“Maha Suci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana.” (QS:Al-Furqaan | Ayat: 10).
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha,
تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَدِرْعُهُ مَرْهُونَةٌ عِنْدَ يَهُودِىٍّ بِثَلاَثِينَ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ
“Ketika Rasulullah ﷺ wafat, baju besi beliau tergadaikan pada orang Yahudi sebagai jaminan untuk 30 sha’ gandum (yang beliau beli secara tidak tunai).” (HR. Bukhari no. 2916) (Ibnu Katsir, Tafsir al-Quran al-Azhim, 6/95).
Kisah Dari Bahrain
Rasulullah ﷺ mengutus Abu Ubaidah bin al-Jarah ke Bahrain untuk mengambil jizyah dari wilayah tersebut. Saat itu, Rasulullah telah mengikat perjanjian damai dengan wilayah kepulauan Teluk itu. Dan mengangkat al-Ala’ bin al-Hadhrami sebagai walinya. Abu Ubaidah kembali ke Madinah dengan membawa harta dari Bahrain. Orang-orang Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah, lalu mereka mengerjakan shalat subuh bersama Rasulullah ﷺ
Seusai shalat, Rasulullah beranjak. Kemudian orang-orang mendekati beliau. Melihat hal itu Rasulullah ﷺ tersenyum dan bersabda,
“أَظُنُّكُمْ قَدْ سَمِعْتُمْ أَنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ قَدْ جَاءَ بِشَيْءٍ” فقالوا: أجل يا رسول الله. قال: “فَأَبْشِرُوا وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ، فَوَاللَّهِ لاَ الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخَشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ”.
“Aku kira kalian mengetahui Abu Ubaidah datang membawa sesuatu”. “Benar wahai Rasulullah”, jawab mereka.
Kemudian Beliau ﷺ bersabda, “Bergembiralah dan harapkanlah memperoleh sesuatu yang menyenangkan kalian. Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku takutkan menimpa kalian. Namun yang aku takutkan adalah ketika dunia dibentangkannya pada kalian, sebagaimana telah dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian. Maka kalian akan berlomba-lomba sebagaimana mereka dulu telah berlomba-lomba (untuk mendapatkannya). Lalu kalian akan binasa sebagaimana mereka dulu telah binasa.” (HR. al-Bukhari 3791 dan Muslim 2961).
Ketika Rasulullah ﷺ takut kalau peluang-peluang menggapai harta dunia begitu mudah kita raih, beliau takut kita terpedaya, kemudian membuat rugi akhirat kita, bersamaan dengan itu, betapa takutnya kita dengan kemiskinan. Ketakutan yang membuat sebagian dari kita menempuh cara-cara haram untuk mendapatkan kekayaan.
Salah seorang salaf mengatakan, “Seandainya manusia takut masuk neraka sebagaimana mereka takut miskin, pasti dia akan masuk surga.”
Ummul mukminin, Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan,
مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ – صلى الله عليه وسلم – مُنْذُ قَدِمَ الْمَدِينَةَ مِنْ طَعَامِ الْبُرِّ ثَلاَثَ لَيَالٍ تِبَاعًا ، حَتَّى قُبِضَ
“Tidak pernah keluarga Muhammad ﷺ kenyang dengan makanan dari gandum halus selama 3 hari berturut-turut, sejak beliau tiba di Madinah hingga beliau diwafatkan.” (HR. Bukhari 5416, Muslim 7633 dan yang lainnya).
Aisyah radhiallahu ‘anha juga menuturkan,
إِنْ كُنَّا آلَ مُحَمَّدٍ نَمكُثُ شَهْرًا مَا نَسْتَوْقِدُ بِنَارٍ ، إِنْ هُوَ إِلا التَّمْرُ وَالْمَاءُ
“Sesungguhnya kami, keluarga Muhammad pernah selama sebulan tidak menyalakan api (tidak memasak apapun) kecuali kurma dan air.” (HR. Muslim 2972 dan at-Tirmidzi 2471).
Beliau adalah kekasih Allah ﷻ, seandainya kekayaan jadi ukuran kemuliaan, tentu beliau ﷺ adalah orang yang paling layak untuk mendapatkan kekayaan.
Tidak Pernah Menikmati Roti Sampai Kenyang Hingga Ajalnya
Kesederhanaan Rasulullah ﷺ dan bersahajanya kehidupan beliau, bukan berarti mengajak seluruh umat Islam hidup miskin. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil tentang sikap bersyukur dan qonaah (cukup). Tentang memaknai hidup, bahwa kehidupan adalah kehidupan akhirat. Tentang tidak sibuk dengan dunia hingga wafat tidak membawa amal, bekal kehidupan yang sesungguhnya. Tentang keluh kesah kita, padahal banyak yang harus kita syukuri dari apa yang kita enyam dan rasa. Karena kekasih Allah ﷻ pun tidak semewah kita. Tentang, tentang, dan tentang lainnya…
ن أبي هريرة رضي الله عنه أنه كان يشير بإصبعه مرارًا يقول: والذي نفس أبي هريرة بيده، ما شبع نبي الله صلى الله عليه وسلم وأهله ثلاثة أيام تباعًا من خبز حنطة حتى فارق الدنيا.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkali-kali mengarahkan jarinya ke mulutnya, sembari mengatakan, “Rasulullah ﷺ dan keluarganya tidak pernah merasa kenyang dalam tiga hari berturut-turut karena memakan roti gandum. (Keadaan tersebut terus berlangsung) Hingga beliau berpisah dengan dunia”. (HR. Muslim 2976 dan Ibnu Majah 3343).
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : اَنَّهُ مَرَّ بِقَوْمٍ بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ شاَةٌ مَصْلِيَةٌ َدَعَوْهُ فَاَبَى اَنْ يَأْكُلُ قاَلَ : خَرَجَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الدُّنْياَ وَلَمْ يَشْبَعْ مِنَ الْخُبْزِ الشَّعِيْرِ.
Juga dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, suatu hari beliau melewati orang-orang yang sedang menikmati daging kambing yang dipanggang. Mereka mengundang Abu Hurairah, tetapi dia tidak mau memakannya. Abu Hurairah berkata, “Sampai dengan saat wafatnya Rasulullah ﷺ Tidak pernah kenyang oleh roti yang terbuat dari gandum”. (HR. al-Bukhari 5098).
Membaca hadits ini, rasanya kita hendak menangis. Rasulullah ﷺ yang kita cintai hingga demikian perjalanan hidupnya. Sementara kita, tak terhitung berapa kali merasa kekenyangan yang menyesakkan celana. Hingga makanan terbuang sia-sia. Hanya kepada Allah ﷻ kita memohon ampun.
Gurat Tikar Di Pipi
Umar berkisah tentang kebersamaannya dengan Rasulullah ﷺ, “Aku pernah berkunjung menemui Rasulullah ﷺ. Waktu itu beliau berada dalam sebuah kamar, tidur di atas tikar yang tidak beralas. Di bawah kepalanya ada bantal dari kulit kambing yang diisi dengan sabut. Pada kedua kakinya daun penyamak terkumpul. Di atas kepalanya, kulit kambing tergantung. Aku melihat guratan anyam tikar di sisi perutnya, maka aku pun menangis.”
Beliau mengatakan, “Apa yang menyebabkanmu menangis (ya Umar)?” “Wahai Rasulullah, Kisra dan Kaisar dalam keaadan mereka (selalu di dalam kesenangan, kemewahan, dan serba cukup), padahal engkau adalah utusan Allah.” Jawab Umar. Umar hendak menyatakan, Anda lebih layak menikmati isi dunia dibanding raja-raja itu karena Anda adalah utusan Allah. Rasulullah menjawab,
أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ لَهُمُ الدُّنْيَا وَلَنَا الآخِرَةُ
“Apakah engkau tidak senang, bahwa dunia ini bagi mereka dan akhirat untuk kita?” (HR. al-Bukhari 4629 dan Muslim 1479).
Penutup
Rasulullah ﷺ pernah merasakan kekayaan, saat itu beliau berderma. Kedermawanannya bagaikan debu yang tertiup angin. Dan beliau mencintai kesederhanaan. Beliau merasa cukup dalam segala keadaan. Allah ﷻ kumpulkan keadaan tersebut pada diri beliau ﷺ agar semakin sempurna keteladanan yang beliau miliki.
Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com

KEADAAN SAAT TURUNNYA WAHYU

KEADAAN SAAT TURUNNYA WAHYU



Setelah berulang kali mengalami mimpi menjadi nyata, Muhammad ﷺ mulai menyendiri di Gua Hira. Hingga beberapa waktu berlalu tibalah bulan Ramadhan. Beliau ﷺ menemui sesuatu yang mengubah kehidupannya. Beliau berjumpa dengan Jibril.
Jibril di Gua
Jibril masuk ke Gua Hira lalu memerintahkan Muhammad ﷺ untuk membaca. Hingga turunlah surat al-Alaq 1-5. Beliau melihat mimpinya menjadi nyata.
Mungkin ada yang bertanya, mengapa Jibril mendekap Nabi Muhammad ﷺ dan membuat beliau kepayahan? Mengapa beliau merasakan ketakutan?
Di antara faidahnya adalah Nabi ﷺ begitu sadar bahwa keanehan yang beliau alami adalah sesuatu yang hakiki. Beliau merasakan sakit yang bisa dirasakan inderanya. Sehingga tak ada rasa ragu atau menerka itu adalah khayalan atau menduga-duga. Kemudian hal ini juga menjadi pelajaran kepada beliau bahwa tahapan-tahapan wahyu berikutnya akan turun dalam keadaan berat seperti ini. sebagaimana firman Allah ﷻ,
إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا
“Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.” (QS:Al-Muzzammil | Ayat: 5).
Kata berat dalam ayat ini bukan hanya mengandung pengertian secara maknawi. Atau hanya berarti makna yang mendalam dan penuh hikmah. Berat tersebut adalah dalam arti sebenarnya. Yang dirasakan oleh panca indera.
Hal ini dipertegas lagi oleh pengalaman sahabat Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu. Ia mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah ﷺ sedang mendapat wahyu:
لاَيَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ المُؤْمِنِينَ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ
“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah…” (QS:An-Nisaa | Ayat: 95).
Kemudian datang Ibnu Ummi Maktum yang menyebutkan ayat itu padaku. Ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, seandainya aku bisa berjihad, pasti aku akan berjihad’. Ia adalah seorang laki-laki buta. Kemudian Allah Tabaraka wa Ta’ala menambahkan ayat kepada Rasul-Nya ﷺ. Saat itu paha beliau berada di atas pahaku. Aku merasa begitu keberatan. Sampai-sampai aku khawatir pahaku remuk. Setelah itu dilanjutkan kepada beliau, Allah menurunkan:
غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ
“yang tidak mempunyai uzur” (QS:An-Nisaa | Ayat: 95). (HR. al-Bukhary, Kitab al-Jihad wa as-Siyar, 2677, at-Turmudzi 3033, dan an-Nasa-I 4308).
Hadits ini menjelaskan kepada kita perkataan berat yang dimaksud dalam surat al-Muzammil  mencakup berat dalam arti hakiki. Bukan hanya secara maknawi. Sebagaimana yang dirasakan oleh Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anhu. Demikian juga Aisyah radhiallahu ‘anha meriwayatkan,
إِنْ كَانَ لَيُوحَى إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ عَلَى رَاحِلَتِهِ، فَتَضْرِبُ بِجِرَانِهَا
“Apabila Rasulullah ﷺ menerima wahyu saat berada di atas tunggangannya (ontanya), maka bagian perut onta itu akan menempel ke tanah.” (HR. Ahmad 24912).
Artinya onta itu tak sanggup menahan beban Rasulullah ﷺ yang sedang menerima wahyu. Sehingga ia terduduk sampai perutnya menempel ke tanah.
Dahsyat dan beratnya peristiwa menerima wahyu ini berbeda-beda. Wahyu yang satu bisa lebih berat dari wahyu lainnya. Al-Harits bin Hisyam radhiallahu ‘anhu pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara wahyu datang kepadamu?” Rasulullah ﷺ menjawab,
أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلاً فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ
“Terkadang wahyu itu datang kepadaku seperti suara lonceng. Inilah yang terberat bagiku. Dia memberitakan sesuatu dan aku memahami apa yang ia ucapkan. Dan terkadang malaikat datang dalam wujud seorang laki-laki, lalu dia berbicara padaku dan aku paham apa yang diucapkannya.” (HR. al-Bukhari 3043 dan Muslim 2333).
Jadi, tingkat kesulitan penerimaan wahyu itu berbeda-beda. Dan yang paling berat adalah seperti gemerincing lonceng. Aisyah radhiallahu ‘anha paham betul tentang beratnya wahyu itu. ia menuturkan bagaimana keadaan Nabi ﷺ saat turun wahyu di musim dingin.
وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ فَيَفْصِمُ عَنْهُ وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا
“Sungguh aku melihat wahyu turun kepada beliau di hari yang sangat dingin namun beliau tidak merasa kedinginan. Bahkan dari dahi beliau mengeluarkan keringat.” (HR. al-Bukhari 2, at-Turmudzi 3634, an-Nasai- 1006, dan Ahmad 26241).
Di ruang ber-AC dengan suhu 200c saja, kita sudah tidak berkeringat. Sedangkan dinginnya Kota Madinah bisa mencapai 100c bahkan lebih rendah lagi. Dalam kodisi seperti itu, Rasulullah ﷺ berkeringat. Terbayang, betapa berat keadaan yang dialami Nabi ﷺ saat menerima wahyu.
Mengapa Dalam Keadaan Berat?
Membaca hadits-hadits Nabi ﷺ, kita bisa menangkap hikmah mengapa wahyu turun dalam keadaan yang begitu berat. Dan Allah ﷻ lebih mengetahui hikmahnya. Nabi ﷺ mendapat ujian dari segala sisi: keluarga yang wafat meninggalkannya, hartanya, negeri asalnya, sahabat-sahabatnya, sampai rasa sakit yang berliau derita.
إِنِّي أُوعَكُ كَمَا يُوعَكُ رَجُلاَنِ مِنْكُمْ
“Sungguh aku sakit sebagimana rasa sakit dua orang kalian (dua kali lipat).” (HR. al-Bukhari 5324 dan Muslim 2571).
Dan juga sabda beliau ﷺ,
أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ
“Orang yang paling besar musibahnya adalah para nabi, kemudian yang (keshalehannya) mirip (dengan mereka), kemudian yang mirip dengan mereka.” (HR. an-Nasa-i 7482 dll.)
Rasulullah ﷺ adalah sebaik-baik manusia, rasul yang paling utama. Beliau mendapatkan cobaan hingga saat menerima wahyu. Dengan rasa berat tersebut Rasulullah ﷺ bersabar. Beliau lebih melihat hikmah wahyu tersebut yang merupakan petunjuk yang bermanfaat bagi umatnya. Sampai-sampai beliau rindu dengan perjumpaan Jibril dan mendengar kalam Ilahi itu. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bertanya kepada Jibril:
مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَزُورَنَا أَكْثَرَ مِمَّا تَزُورُنَا فَنَزَلَتْ { وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا }
“Mengapa engkau tidak sering lagi mengunjungiku sebagaimana biasanya?” Lalu turunlah ayat: Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. kepunyaan-Nyalah segala yang ada di hadapan kita, dan segala yang ada di belakang kita. (Maryam: 64).” (HR. al-Bukhari 4454 dan selainnya).
Penutup
Dengan mengetahui bagaimana keadaan Rasulullah saat menerima wahyu, mudah-mudahan kita semakin mengagungkan Alquran. Dan terbayang setiap kita membaca ayat Alquran bagaimana Rasulullah berjuang keras dan bersabar menahan beratnya menerima wahyu Ilahi untuk disampaikan kepada kita, untuk kita baca dan tadabburi.
Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com


Read more https://kisahmuslim.com/5562-keadaan-saat-turunnya-wahyu.html

TETAP OPTIMIS !!

http://www.gambarnaruto.com/wp-content/uploads/2015/05/Gambar-Wallpaper-Monkey-de-Luffy-One-Piece-Terlengkap26.jpg